Jejak Panjang Pengolah Ikan Cucut Kalibaru: Berhasil Menembus Pasar Luar Negeri

  • 22 Sep 2026 10:11 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA — Usaha pengolahan ikan cucut asin terus menunjukkan daya tahannya di tengah dinamika industri perikanan. Salah seorang pengolah ikan cucut mengungkapkan bahwa dirinya telah merintis usaha ini sejak tahun 2002. Ia mengenang masa-masa awal perjuangannya saat area pengolahan belum dilengkapi fasilitas tanggul seperti sekarang.

Sodikin pengusaha pengolahan ikan cucut menjelaskan untuk menjaga keberlangsungan produksi, pasokan bahan baku ikan cucut dibeli langsung dari kawasan Muara Baru melalui perusahaan (PT) maupun perantara (calo).

Jumlah bahan baku yang diproses sangat bergantung pada ketersediaan stok, mulai dari 1 ton hingga mencapai 10 ton sekali ambil.

"Ya untuk pengambilan dalam jumlah sedikit biasanya dihindari karena tingginya biaya sewa transportasi dari Muara Baru, " ujar Sodikin kepada RRI Jakarta, Selasa 22 September 2026.

Sodikin menjelaskan proses pengolahan ikan cucut menjadi ikan asin membutuhkan ketelitian dan beberapa tahapan penting:

Pembersihan dan Pemotongan: Ikan cucut (seperti jenis cucut kikir atau yongker) terlebih dahulu dikupas untuk dibuang kulit dan tulangnya.

Perendaman Garam: Daging ikan kemudian direndam dalam air garam selama sekitar satu minggu hingga setengah bulan. Dalam satu ton ikan, dibutuhkan sekitar 300 kilogram garam agar perendaman meresap sempurna.

Pembentukan dan Penjemuran: Setelah direndam, daging ikan dipotong sesuai permintaan konsumen, seperti bentuk balok atau 'jari'. Potongan tersebut direndam kembali semalam agar air garam meresap ke sela-sela daging untuk mencegah lalat, lalu dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

Produk ikan cucut asin ini memiliki peminat yang sangat tinggi, khususnya di kawasan Jawa Barat seperti Bandung dan Karawang. Tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, hasil olahan ikan cucut ini juga disalurkan ke pasar internasional, termasuk negara tujuan ekspor seperti Sri Lanka dan Bangladesh.

Meski pendapatan usaha tergolong fluktuatif tergantung pada harga bahan baku dan kondisi pasar dengan omset berkisar antara Rp100 juta hingga Rp200 juta per bulan—usaha pengolahan ikan cucut asin ini terus berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar yang konsisten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....