Pernah Jatuh saat Pandemi, Rusmiliani Bangkit Bangun Usaha lewat Inkubasi YIS
- 11 Sep 2026 22:57 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 sempat memaksa Rayhana Mom & Baby Spa menutup usahanya, bahkan membuat pemiliknya, Rusmiliani, kehilangan tabungan yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun. Namun, pelaku UMKM asal Makassar tersebut berhasil bangkit dengan membangun kembali bisnisnya di Jakarta melalui konsep layanan homecare setelah mengikuti program Inkubasi Tomang Batch 1 yang diinisiasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Mitra Inkubator Mirai.
Rusmiliani mengawali usahanya pada 2009 setelah melihat peluang layanan perawatan bayi yang saat itu masih terbatas di Makassar. Sebelum membuka Rayhana Baby Spa, ia mempersiapkan diri dengan mempelajari perawatan bayi selama dua tahun di Martha Tilaar Jakarta.
Usaha tersebut berkembang pesat hingga melayani perawatan untuk ibu, anak, dan orang dewasa. Namun, pandemi menjadi titik balik yang mengubah perjalanan bisnisnya. Tak hanya harus menutup usaha, Rusmiliani juga kehilangan tabungan yang sebelumnya digunakan untuk membeli sebuah rumah tua. Properti tersebut kemudian dilelang oleh bank.
Alih-alih berhenti berusaha, ia memilih memulai kembali dari nol setelah pindah ke Jakarta. Rayhana dibangun kembali dengan model layanan langsung ke rumah pelanggan sehingga tetap dapat beroperasi tanpa membutuhkan tempat usaha yang besar.
“Pengalaman itu membuat saya memahami bahwa usaha tidak selalu harus berkembang dengan cara yang sama. Yang terpenting adalah berani beradaptasi dan memulai lagi,” kata Rusmiliani, dalam keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2026.
Melalui program tersebut, ia mengaku mulai meninggalkan kebiasaan mengambil keputusan berdasarkan emosi dan beralih menggunakan data sebagai dasar menyusun strategi bisnis. Selain itu, ia juga mempelajari pentingnya memanfaatkan teknologi dan media sosial, memahami perubahan perilaku pelanggan, serta memisahkan keuangan pribadi dari keuangan usaha.
Hasilnya mulai terlihat selama empat pekan pemantauan program. Rayhana mencatat pendapatan sebesar Rp6,96 juta dari 69 transaksi, dengan penjualan mencapai Rp2,8 juta pada pekan pertama hingga kedua, kemudian Rp2,08 juta pada pekan ketiga dan keempat.
Sementara itu, Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Salahuddin Uno menilai perjalanan pelaku UMKM untuk berkembang membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, bukan sekadar pelatihan sesaat.
Menurutnya, pelaku usaha perlu dibekali kemampuan mengubah pola pikir, memperkuat pengelolaan bisnis, memanfaatkan teknologi digital, dan beradaptasi dengan perubahan pasar.
“Pendampingan harus menghasilkan dampak yang nyata. Ketika pelaku usaha memperoleh keterampilan baru, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar, maka usaha mereka akan tumbuh dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya,” kata Sandiaga.
Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....