Tanpa Pengawet, Penjual Es Selendang Mayang Betawi Tetap Setia Melayani Pembeli
- 06 Sep 2026 09:58 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Di tengah hilir mudik modernisasi kota Jakarta dan menjamurnya makanan instan, keberadaan kuliner tradisional makin terdesak. Namun, semangat untuk merawat warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tetap dijaga oleh Pak Jaman (76) seorang penjual es selendang mayang asli Betawi.
Meski anak-anaknya telah dewasa dan berkeluarga, ia tetap memilih berikhtiar setiap hari. Rasa tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga bersama sang istri menjadi alasannya untuk terus melangkah. "Yang penting istri di rumah mau masak ada berasnya, mau nyayur ada duitnya. Kebutuhan sehari-hari kan harus tetap ada," ujarnya dengan nada polos dan penuh ketulusan. Sabtu 5 Agustus 2026.
Es selendang mayang yang dijajakannya dibuat secara tradisional tanpa bahan pengawet.
Olahan ini murni mengandalkan bahan-bahan sederhana seperti tepung sagu aren, santan, gula merah, gula putih, dan es batu. Dengan takaran air dan adukan tangan yang konsisten, ia mempertahankan cita rasa autentik khas Betawi yang kini makin sulit ditemui.
"Iya dari dulu engga berubah masih sama rasa dan ciri khasnya, yang berubah zamannya aja, " ujar Jaman.
Di balik pikulan dagangannya, terselip harapan agar kuliner khas Betawi ini tidak punah dan bisa makin dikenal luas, khususnya oleh generasi muda. Ia berharap masyarakat modern tidak hanya mengenal makanan siap saji, tetapi juga tetap menghargai dan melestarikan kuliner tradisional warisan nenek moyang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....