Ikan Asin Go Online: Cara Bu Farida Bertahan dan Menjangkau Pembeli Pelosok Negeri
- 31 Agt 2026 22:12 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Di tengah kelesuan pasar konvensional dan melonjaknya harga bahan baku ikan asin dalam beberapa bulan terakhir, Ibu Farida (40) tidak kehilangan akal. Pedagang ikan asin generasi penerus di Kalibaru, Cilincing Jakarta Utara ini menolak pasrah pada keadaan.
Ketika harga ikan asin kapasan, layang rebus, hingga ikan peda, setara dengan harga daging. Ikan asin melambung akibat langkahnya pasokan serta omset pasar fisik yang merosot tajam, Bu Farida memilih untuk melangkah ke dunia digital melalui aplikasi Shopee.
Berjualan secara online menjadi titik balik perjuangannya. Langkah ini tidak hanya membantunya menekan biaya operasional sehingga harga jual tetap stabil dan terjangkau bagi pembeli, tetapi juga membukakan pintu pasar yang jauh lebih luas.
"Yah mau gak mau harus ngikutin permintaan pasar, berjualan aplikasi digital membantu penjualan dan harga tetap serabi," ujar Farida kepada RRI Jakarta, Minggu 30 Agustus 2026.
Tanpa perlu mengandalkan lalu lintas pengunjung pasar fisik yang kian sepi, aplikasi Shopee menghubungkan lapak ikan asin milik Bu Farida langsung dengan para pembeli dan pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.
"Yah jangkauan aplikasi ini lebih luar jadi pembeli tidak hanya berasal dari Jabodetabek tapi juga bisa lintas provinsi, " kata Farida.
Kini, kualitas ikan asin yang terus dijaga kesegarannya dapat dinikmati oleh konsumen dari berbagai daerah secara praktis.
Digitalisasi usaha ini menjadi bukti nyata bahwa semangat adaptasi mampu menjaga keberlangsungan usaha warisan keluarga, sekaligus membuktikan bahwa produk lokal tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat luas.
Sementara bagi pembeli sekaligus pelanggan yang sudah lama bertahan di Pasar Ikan Asin Kalibaru menunjukkan pola belanja masyarakat yang kini terus mengalami pergeseran ke arah yang lebih modern dan praktis.
Jika dahulu para pembeli dan pelanggan setia ikan asin seperti Bapak Sopian (41) yang rutin berbelanja stok usaha kelontongnya harus menghabiskan waktu bertandang langsung ke pasar fisik, kini opsi belanja digital memberikan angin segar.
"Pembelian melalui aplikasi e-commerce online telah menjadi jalan keluar favorit untuk mempersingkat waktu operasional secara signifikan, " kata Sopian.
Bagi para pembeli, fleksibilitas adalah kunci. Membeli secara online tidak hanya memotong rantai perjalanan dan memangkas waktu tunggu di pasar, tetapi juga menyajikan keunggulan dari sisi harga.
Kompetisi di platform digital membuat pedagang menawarkan harga bersaing yang tak kalah ramah di kantong dibandingkan pembelian langsung di tempat. Pelanggan kini dapat membandingkan kualitas serta harga berbagai jenis ikan asin secara transparan cukup dari genggaman tangan.
Perubahan gaya belanja ini terbukti memberikan keuntungan ganda. Pembeli memperoleh kenyamanan serta efisiensi waktu tanpa harus mengorbankan anggaran, sementara para pedagang tetap dapat menjaga ikatan dengan pelanggan setianya.
Transformasi digital ini menegaskan bahwa belanja bahan pangan tradisional seperti ikan asin pun kini bisa dilakukan secara modern, cepat, dan tetap ekonomis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....