Kembangkan Olahan Ikan Kakap dan Barakuda Jadi Produk UMKM Bernilai Jual

  • 26 Agt 2026 05:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Berawal dari keinginan meneruskan usaha keluarga, Eva, pemilik usaha 3Dara1Putra, memilih mengembangkan potensi hasil laut dari kampung halamannya di Demak menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual.

Hal ini diungkapkan melalui, program Teras UMKM Pro4 RRi Jakarta. Usaha ini sekaligus menjadi upaya Eva meneruskan jiwa dagang yang telah diwariskan kedua orang tuanya.

Eva mengaku berasal dari keluarga nelayan. Di kampungnya, Demak, sebagian besar kaum laki-laki bekerja sebagai nelayan, sementara para ibu mengolah hasil tangkapan laut menjadi berbagai produk, termasuk ikan asin barakuda dan kulit ikan kakap. Tradisi inilah yang kemudian menjadi inspirasi Eva untuk mengembangkan usaha ketika dirinya merantau ke Jakarta.

"Saya berasal dari keluarga nelayan. Saya dari Demak, di sana mata pencaharian para bapaknya adalah nelayan, sementara ibu-ibunya membuat ikan asin barakuda dan mengolah kulit ikan kakap," ujar Eva.

Setelah menyelesaikan sekolah, Eva memutuskan merantau ke Jakarta. Setelah menikah, keinginannya untuk membantu suami sekaligus mengembangkan usaha sendiri semakin kuat. Sejak lama, ia sudah menyimpan keinginan untuk membawa potensi produk asli kampung halamannya agar dikenal lebih luas.

Pada awalnya, Eva hanya menjual hasil laut dalam kondisi mentah. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai melihat peluang untuk melakukan inovasi dan menciptakan produk yang lebih praktis serta menarik bagi konsumen. Keinginannya tersebut semakin berkembang setelah Eva bergabung dalam program Jakpreneur.

Melalui Jakpreneur, Eva mendapatkan berbagai pendampingan dan ilmu untuk mengembangkan bisnis. Mulai dari mengikuti seminar, mendapatkan kesempatan mengikuti bazar, hingga memperoleh berbagai dukungan yang membuatnya semakin percaya diri untuk mengolah bahan baku hasil laut menjadi produk siap konsumsi.

Salah satu inovasinya adalah mengolah kulit ikan kakap menjadi kerupuk dengan berbagai varian rasa. Produk tersebut dibuat agar masyarakat dapat menikmati olahan kulit ikan dalam bentuk camilan yang renyah dan praktis. Sementara itu, ikan barakuda yang selama ini dikenal sebagai predator laut dan belum banyak diminati untuk dikonsumsi, diolah Eva menjadi ikan asin garing yang dapat menjadi lauk pendamping nasi.

Bagi Eva, mengolah barakuda dan kulit ikan kakap bukan hanya soal menghasilkan keuntungan. Lebih dari itu, ia ingin memperkenalkan bahwa hasil laut yang selama ini kurang dilirik ternyata dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Perjalanan membangun usaha tentu tidak selalu berjalan mulus. Eva mengaku pernah menghadapi berbagai kondisi, termasuk penjualan yang naik turun. Namun, keadaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Mental sebagai pelaku UMKM terus ditempa untuk tetap konsisten, melakukan inovasi, dan mempertahankan semangat mengembangkan usaha.

Eva pun berpesan kepada sesama pelaku UMKM agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, perjuangan dalam membangun usaha membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar. "Jangan pernah menyerah dan kalah. Tetaplah berjuang dan konsisten dengan usaha yang dijalani," pesan Eva.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....