Dekranasda Prov Maluku Memamerkan Busana Tenun dan Kuliner di Jakarta
- 19 Agt 2026 06:49 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Dekranasda Prov Maluku Memamerkan Busana Tenun dan Kuliner di Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kekayaan warisan seni dan budaya khas Indonesia Timur kembali memukau publik ibu kota melalui perhelatan pameran kebudayaan skala nasional. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Maluku secara resmi memamerkan ragam busana tenun unggulan dan kuliner pangan lokal di Hotel Borobudur, Jakarta. Ajang bertajuk Discover Nusantara ini dijadwalkan berlangsung meriah selama 28 hari penuh guna mendongkrak perekonomian daerah. Kehadiran pameran ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Maluku sekaligus menyajikan estetika tradisi dalam konsep pameran modern.
Ketua Dekranasda Provinsi Maluku, Maya Bebi Lewi Risa, menegaskan pentingnya ajang ini sebagai batu loncatan bagi produk lokal menuju panggung dunia. "Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan produk unggulan Maluku ke pasar nasional hingga mancanegara," ujarnya dengan penuh optimisme saat pembukaan pameran di Jakarta. Beliau menjelaskan bahwa kerajinan khas daerah memiliki daya saing tinggi jika dikemas dengan standar kualitas yang baik. Melalui kolaborasi antarinstansi, pemasaran produk budaya lokal diyakini dapat menembus batas-batas pasar konvensional secara efektif guna mengangkat kesejahteraan para pengrajin tradisional.
Sejalan dengan keanekaragaman budaya Nusantara, kekayaan seni tradisi antardaerah dinilai memiliki ikatan historis yang sangat kuat. Pakar Seni Budaya Tradisional, Dr. Bambang Sulanjari, menyoroti bahwa ekspresi seni tutur dan lagu berkembang di berbagai daerah seperti Jawa, Bali, hingga Sunda. "Bentuk karya sastra berlagu bertembang yang seperti mocopat ini sebenarnya bisa kita sebut sebagai kebudayaan nasional," ungkapnya saat mengisi dialog kebudayaan RRI. Ia menekankan bahwa pemeliharaan identitas budaya antardaerah serta pendidikan sejak dini sangat vital untuk membendung derasnya arus modernisasi global.
Di arena pameran, booth khas Maluku menyajikan beragam olahan kreatif berbasis pangan lokal seperti sagu dan singkong yang dikemas secara praktis dan higienis. Selain kuliner, keindahan motif kain tenun tradisional khas pulau para raja turut memikat perhatian para kolektor serta wisatawan nasional. Kemasan produk yang estetis berhasil meningkatkan nilai jual tanpa menghilangkan keaslian cita rasa maupun keanggunan budaya aslinya. Interaksi langsung antara pengunjung dan pengrajin tercipta harmonis, memicu apresiasi tinggi terhadap proses panjang pembuatan tenun tangan yang rumit.
Sebagai puncak perhelatan, panitia menyiapkan pertunjukan musik tradisional Maluku pada pertengahan bulan untuk melengkapi nuansa kepulauan yang autentik. Komitmen penataan pameran yang berkesinambungan ini diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi para pengrajin serta UMKM binaan. Penguatan citra budaya daerah terbukti menjadi daya tarik pariwisata yang sangat potensial bagi kemajuan ekonomi nasional. Masyarakat pun diajak untuk hadir, mengapresiasi, dan mendukung keberlanjutan karya anak bangsa secara nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....