Menyemai Harapan dan Keindahan di Jalur Bisnis Tanaman Hias
- 10 Agt 2026 10:03 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta - Di antara barisan dedaunan hijau dan pot-pot yang berjejer di pinggir jalan, sosok pria paruh baya yang akrab disapa Abah, setia merawat tanaman hias miliknya. Pria berusia 65 tahun ini telah mengadu nasib dengan berjualan tanaman hias selama lebih dari 12 tahun. Usaha ini bermula dari ajakan seorang teman, serta rasa cintanya pada hobi bercocok tanam.
Bagi Abah, keindahan tanaman bukan sekadar urusan estetika. Di balik daun-daun yang dirawatnya dengan telaten, dimandikan dan diberi pupuk layaknya merawat anak sendiri, ada beban ekonomi keluarga yang harus Ia tanggung. Melalui hasil penjualan tanaman ini, Abah mampu memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari hingga menyekolahkan empat orang anaknya.
"Kalau sukanya ya karena hobi. Yang penting kelihatan bagus dan indah, urusan ekonomi mah belakangan," kata Abah kepada RRI Jakarta, Minggu 9 Agustus 2026.
Namun, perjalanan belasan tahun tersebut tentu tak lepas dari duka. Penjualan tanaman hias memiliki dinamika yang fluktuatif dan sangat mengandalkan pelanggan tetap. Tanpa adanya pelanggan setia, cukup sulit untuk memasarkan tanaman. Selain masalah pembeli, Abah juga harus menghadapi risiko tanaman mati akibat cuaca atau kesalahan dalam perawatan dan pemupukan.
Di tempat usahanya, harga tanaman yang dijual bervariatif, dari harga yang terjangkau hingga mencapai jutaan rupiah per pohon. Meski begitu, penjualan tanaman berharga mahal tidak dapat diprediksi dan kerap memakan waktu lama untuk mendapatkan pembeli.
Di tengah ketidakpastian pasar dan tantangan ekonomi, Abah memilih untuk tidak tergiur mengambil pinjaman modal dari bank. Risiko kesulitan membayar menjadi alasan utamanya untuk tetap bertahan dengan modal mandiri seadanya. Bagi Abah, menyiangi dedaunan dan memastikan tanamannya tetap tumbuh segar adalah cara terbaik untuk terus menjaga asa dan menyambung hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....