Dosen Politeknik Negeri Malang Bantu UMKM Kue "Hokonimi Eatery"
- 09 Agt 2026 16:24 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Dosen Politeknik Negeri Malang Bantu UMKM Kue "Hokonimi Eatery"
RRI.CO.ID, Jakarta — Sebuah usaha mikro rumahan penghasil kue basah dan kue kering di Singosari, Kabupaten Malang, kini mulai berbenah dari sisi produksi dan pemasaran berkat pendampingan tim dosen Politeknik Negeri Malang.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2026, tim yang diketuai Sungkono, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Elektronika ini merancang alat mixing dan mesin pemanggang berkapasitas lebih besar yang dilengkapi sistem kontrol proses sekuensial, khusus untuk kebutuhan UMKM Hokonimi Eatery.
Tim pengabdian ini beranggotakan Herwandi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang yang berperan merancang dan menerapkan sistem kontrol pada alat produksi, serta Karina Utami Anastuti dari Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Islam Malang yang mendampingi mitra dalam penguatan strategi pemasaran digital.
Hokonimi Eatery adalah usaha mikro di bidang produk roti dan kue yang telah beroperasi sejak Desember 2020 dan mengantongi Sertifikat Halal dari BPJPH. Setiap hari, usaha ini melayani pesanan kue basah, dengan lonjakan permintaan kue kering menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, kapasitas produksi selama ini masih terganjal oleh peralatan skala rumah tangga: mixer berkapasitas 4 liter dan dua oven kecil berkapasitas dua loyang, yang membuat proses mixing dan pemanggangan harus dilakukan berulang kali.
"Kalau pesanan lagi banyak, prosesnya bisa dari pagi sampai malam karena ovennya kecil, harus gantian terus manggangnya," ujar Mita Nutrisia, pemilik Hokonimi Eatery, menceritakan kendala yang selama ini dihadapinyadihadapinya, seperti rilis yang diterima RRI, Minggu 9 Agustus 2026.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim dosen bersama dua mahasiswa Teknik Elektronika merancang mesin pemanggang berbahan stainless steel tahan panas berkapasitas 10loyang dan mesin mixing adonan berkapasitas 10 liter bertenaga motor listrik. Kedua alat ini dilengkapi sensor suhu, sensor kecepatan, serta mikrokontroler yang mengatur waktu proses secara otomatis, sehingga tingkat kematangan produk lebih konsisten meski volume produksi meningkat.
Dengan alat baru ini, kapasitas mixing dan pemanggangan ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan peralatan sebelumnya, sekaligus memangkas waktu produksi secara signifikan.
Selain pembenahan di sisi produksi, tim pengabdian turut mendampingi Hokonimi Eatery memperkuat pemasaran digital. Selama ini promosi usaha masih mengandalkan status WhatsApp dan informasi dari mulut ke mulut, sementara akun Instagram yang dimiliki belum dikelola secara aktif.
Melalui pelatihan pembuatan konten visual, optimalisasi Instagram, WhatsApp Business, Google Business Profile, hingga pemanfaatan iklan berbayar di Instagram Ads dan Facebook Ads, mitra diharapkan mampu menjangkau konsumen baru di luar lingkaran pelanggan lama.
"Selama ini promosi kami cuma lewat status WhatsApp dan cerita dari mulut ke mulut. Semoga dengan pendampingan ini, usaha kami bisa lebih dikenal orang banyak, tidak hanya di sekitar sini saja," kata Mita.

Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), di mana mitra dilibatkan secara aktif mulai dari identifikasi kebutuhan, pengujian alat, hingga evaluasi hasil. Tahapan pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan alat dan pemasaran digital, penerapan teknologi di lokasi mitra, pendampingan, evaluasi, hingga perencanaan keberlanjutan program agar teknologi yang diterapkan dapat terus dioperasikan secara mandiri oleh mitra setelah program berakhir.
Tim pelaksana berharap kolaborasi antara kampus vokasi dan pelaku usaha mikro seperti ini dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dan literasi digital dapat mendorong naik kelas UMKM pangan lokal, sekaligus memperkuat kontribusi industri kreatif rumahan terhadap perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....