Potret Pedagang Burung Suara Merdu di Tengah Lesunya Bisnis Burung Kicau
- 07 Agt 2026 10:23 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA - Di tengah gempuran tren serba digital, tidak semua pedagang berhasil memetik manisnya penjualan secara online. Bagi Dul seorang pedagang burung kicau di Pelepah Raya Kelapa Gading pengalaman mencoba peruntungan di dunia maya justru menyisakan cerita menggelitik sekaligus kapok. Ia mengaku pernah mencoba berjualan online bersama rekannya, namun sebagian besar calon pembeli hanya sebatas bertanya tanpa kejelasan.
"Untuk dagang online kalau burung itu kebanyakan 'wartawan' doang, banyak nanya-nanya. Giliran sudah diberi tahu pakan dan perawatannya berapa, tahu-tahu cuma bilang 'terima kasih Pak', ya enggak jadi," keluhnya sembari tertawa mengingat pengalamannya kepada RRI Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026.
Keengganan beralih ke platform digital membuat sang pedagang memilih untuk sepenuhnya menggantungkan nasib di lapak fisik. Namun, berjualan di pasar saat ini bukanlah hal yang mudah. Kondisi penjualan yang belum stabil membuat pendapatan harian tidak pernah pasti. Untuk hari-hari terbaik, ia minimal bisa mengantongi omzet sekitar Rp500.000, walau angka tersebut tidak bisa dihitung secara pasti saban harinya.
Penghasilan harian yang ia peroleh pun tidak dihitung sebagai keuntungan bersih bulanan, melainkan langsung diputar kembali untuk menambah stok dagangan dan menjaga kelangsungan usaha. Prinsipnya saat ini sangat sederhana: yang terpenting adalah bisa bertahan.
Ketika ditanya mengenai harapannya kepada pemerintah bagi para pelaku UMKM, ia tidak ingin menuntut hal yang berlebihan. Ia menyadari situasi ekonomi saat ini tidak mudah dan memilih untuk bersikap realistis.
"Kita enggak bisa komen apa-apa untuk pemerintah, enggak segampang yang kita omongin. Yang penting normal-normal saja lah, enggak usah neko-neko. Hidup sudah sulit, jangan tambah sulit lagi," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....