Tempe tanpa Kedelai Berpeluang Kurangi Impor
- 30 Jul 2026 15:32 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Tempe tanpa Kedelai Berpeluang Kurangi Impor
RRI.CO.ID, Jakarta - Inovasi pembuatan tempe berbahan baku selain kedelai dinilai berpeluang mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Beragam jenis kacang lokal kini tengah diteliti sebagai alternatif bahan baku tempe, sekaligus menjadi upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Anggota Tim Kedaulatan Pangan Nusantara (KPN) Perkumpulan Pusaka Indonesia, Dwi Nita Permatasari, mengatakan riset yang dilakukan timnya berangkat dari tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kedelai impor. Karena itu, mereka mencoba mengembangkan tempe menggunakan berbagai jenis kacang lokal yang mudah ditemukan di Indonesia.
Menurut Dwi Nita, sejumlah bahan yang telah diuji di antaranya kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang koro pedang, jagung, sorgum hingga petai cina. Dari berbagai percobaan tersebut, kacang tanah dinilai memiliki rasa dan tekstur yang paling mendekati tempe berbahan kedelai, sedangkan kacang hijau lebih mudah diolah meski daya simpannya lebih singkat.
"Setiap bahan memiliki karakteristik berbeda. Misalnya, kacang koro pedang memiliki kandungan gizi yang baik, seperti antioksidan, zat besi, dan kalium. Namun proses pengolahannya lebih rumit karena harus direndam hingga lima hari dengan air yang diganti secara berkala untuk menghilangkan racun alami dan rasa langu sebelum difermentasi menjadi tempe." Ujar Nita dalam dialog bersama RRI, Selasa, 28 Juli 2026.
Dwi Nita menilai, apabila inovasi ini berhasil dikembangkan secara luas, ketergantungan terhadap kedelai impor dapat berkurang. Selain itu, penggunaan bahan baku lokal juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM, terutama jika budidaya kacang-kacangan lokal semakin ditingkatkan.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada proses produksi, tetapi juga mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini identik menganggap tempe harus berbahan kedelai. Oleh karena itu, tim KPN masih terus menyempurnakan rasa, tekstur, serta metode pembuatan agar lebih sederhana dan mudah diterapkan masyarakat.
Saat ini, riset masih dilakukan dalam skala rumah tangga oleh tujuh anggota tim dan belum memasuki tahap produksi komersial. Ke depan, Perkumpulan Pusaka Indonesia berencana menyusun buku yang memuat hasil riset sekaligus panduan pembuatan tempe berbahan pangan lokal sebagai bagian dari edukasi diversifikasi pangan kepada masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....