Warga Kepulauan Seribu Dilatih Olah Hasil Pertanian Bernilai Jual

  • 12 Jul 2026 06:02 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian diselenggarakan di enam pulau (Untung Jawa, Lancang, Tidung Besar, Pramuka, Harapan, dan Kelapa) pada 7-9 Juli 2026 dengan fokus pada peningkatan nilai tambah produk lokal.
  • Peserta mempelajari cara membuat abon cabai varian original/teri/cumi, sambal tomat varian original/teri/cumi, sirop rempah premium, dan es tomat rempah jeruk nipis dengan daya simpan lebih lama.
  • Helena Simarmata, Kepala Seksi Ketahanan Pangan, menekankan bahwa diversifikasi produk pangan adalah langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

RRI.CO.ID, Jakarta – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian atau Sudin KPKP Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu menggelar pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian di enam pulau berpenduduk pada Senin, 7 Juli 2026 hingga Rabu, 9 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Pelatihan dilaksanakan di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa. Peserta memperoleh materi sekaligus praktik membuat berbagai produk olahan berbahan hasil pertanian lokal.

Produk yang dipraktikkan dalam pelatihan meliputi abon cabai varian original, teri, dan cumi, sambal tomat varian original, teri, dan cumi, sirop rempah premium, serta es tomat rempah jeruk nipis. Seluruh materi disusun agar peserta mampu mengembangkan produk yang memiliki daya simpan lebih lama dan peluang pemasaran yang lebih luas.

Kepala Seksi Ketahanan Pangan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Helena Simarmata mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian lokal melalui inovasi produk olahan. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki keterampilan mengolah hasil panen agar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar.

"Melalui pelatihan ini kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar hasil pertanian yang tersedia di Kepulauan Seribu tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas," ujar Helena, Jumat, 10 Juli 2026.

Helena menambahkan diversifikasi produk pangan menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Ia berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi produk olahan berbasis hasil pertanian lokal yang mampu bersaing di pasar.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir berbagai inovasi produk olahan berbasis hasil pertanian lokal yang berkualitas, mampu bersaing di pasar, serta menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan di Pulau Pramuka, Siti Aminah, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai keterampilan yang didapat dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha rumahan sekaligus menambah pendapatan keluarga.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami diajarkan cara mengolah hasil pertanian menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual. Ke depannya kami ingin mencoba memproduksi dan memasarkan hasil olahan ini sebagai tambahan penghasilan keluarga," kata Siti Aminah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....