Dari Tempe Sagu Tradisional Menjadi Camilan Premium yang Ikonik

  • 29 Jun 2026 16:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta:Tempe acap kali dipandang sebelah mata sebagai makanan tradisional yang sederhana atau hidangan darurat di kala senggang. Namun, persepsi tersebut berhasil dipatahkan dalam siaran program Teras UMKM di RRI Pro 4 Jakarta siang ini bersama host Yehezkiel Des Noel. Mengangkat tema "Dari tempe sagu tradisional menjadi camilan premium yang ikonik," segmen ini mengupas tuntas perjalanan Rizka Ari, pemilik (owner) dari brand keripik tempe sagu modern @akuanaktempeh, yang sukses membawa makanan merakyat naik kelas hingga menembus pasar B2B (Business-to-Business) perhotelan.

Kisah berdirinya Aku Anak Tempe bermula pada Agustus 2022 atas inisiasi empat orang pemuda yang jeli melihat besarnya potensi konsumsi tempe harian masyarakat Indonesia sebagai peluang pendapatan tambahan. Setelah sempat vakum dan mengalami pasang surut hingga tersisa dua personel, titik balik bisnis ini terjadi ketika Dinas DKI Jakarta mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam ajang pameran internasional terbesar, Trade Expo Indonesia (TEI), pada Oktober 2024. Momentum emas di pameran tersebut memantapkan tekad Rizka Ari untuk melepas pekerjaannya sebagai karyawan di perusahaan influencer demi fokus membesarkan usaha kuliner yang resep dasarnya merupakan warisan turun-temurun dari sang ayah, seorang produsen tahu-tempe asal Malang.

Keberanian mengambil peluang di ajang TEI 2024 tersebut membuahkan hasil luar biasa yang tak disangka-sangka. Hanya berselang tiga minggu pasca-pameran, tepatnya pada 1 November 2024, pihak manajemen sebuah hotel secara langsung menghubungi Rizka untuk menjajaki kerja sama. Pihak hotel terpikat oleh kemasan ukuran 114 gram Aku Anak Tempe yang dinilai sangat menarik, modern, dan tidak monoton seperti citra UMKM pada umumnya. Setelah melalui proses uji rasa dan kesepakatan komitmen kuantitas produksi, jalinan kerja sama resmi pun terwujud sejak Januari 2025, di mana produk keripik tempe sagu ini dipercaya menjadi sajian pengisi fasilitas minibar di setiap kamar hotel tersebut.

Kunci keunggulan Aku Anak Tempe terletak pada konsistensi kualitas rasa dan estetika visual produknya. Mengandalkan varian rasa original sebagai produk jagoan (hero product) di samping varian balado, camilan ini menawarkan perpaduan tekstur renyah yang khas. Guna mengatasi tantangan umur simpan produk yang rentan bau tengik karena proses penggorengan, Rizka menerapkan metode uji mandiri yang cermat. Dengan mengombinasikan kemasan modern kedap udara dan penggunaan silica gel, daya tahan keripik tempe yang semula hanya mampu bertahan selama 1 bulan kini sukses ditingkatkan hingga mencapai 6 bulan.

Dalam mengelola perputaran finansial dan produksi agar tidak menumpuk di gudang, @akuanaktempeh menerapkan strategi bisnis yang terukur. Pada masa-masa awal rintisan, mereka konsisten menggunakan sistem Pre-Order (PO) guna membaca pola dan ceruk pasar yang ada. Setelah memahami perputaran serta pattern permintaan bulanan, barulah rumah produksi beralih ke sistem penyetokan barang sesuai dengan volume penjualan rata-rata. Melalui ruang siar RRI, host Yehezkiel Des Noel mengapresiasi kegigihan Rizka Ari dan berharap kisah Aku Anak Tempe yang juga baru saja menembus pameran internasional pada Maret 2026 ini mampu menginspirasi pelaku UMKM lain untuk tidak takut bersaing di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....