Sanrah Food Kembangkan Makanan Siap Saji Tahan Setahun tanpa Pengawet
- 26 Jun 2026 07:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah bidang kuliner, Sanrah Food, terus mengembangkan produk makanan siap saji yang mampu bertahan hingga satu tahun pada suhu ruang tanpa menggunakan bahan pengawet. Inovasi tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang menginginkan makanan praktis, termasuk pelancong, jemaah haji dan umrah, mahasiswa, serta pencinta alam.
Owner Sanrah Food, Lina S. Rahmania, menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Teras Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pro 4 Jakarta bersama host Mariana Suhendi. Ia mengatakan pengembangan produk dilakukan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat modern yang memiliki mobilitas tinggi namun tetap ingin menikmati masakan rumahan.
Lina menjelaskan Sanrah Food memulai usaha kuliner pada 2015 dan terus berinovasi mengikuti perubahan kebutuhan pasar. Dalam tiga tahun terakhir, usahanya fokus mengembangkan produk ready to eat atau makanan siap saji seperti empal, paru mercon, buntil, hingga gudeg.
"Melalui proses sterilisasi dan pengemasan yang tepat, produk kami mampu bertahan hingga satu tahun pada suhu ruang tanpa menggunakan bahan pengawet," ujar Lina.
Ia mengatakan produk tersebut menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan makanan praktis tanpa harus memasak. Menurutnya, kualitas rasa tetap menjadi prioritas meskipun produk memiliki daya simpan yang panjang.
Sebelum menekuni bisnis kuliner, Lina mengaku pernah menjalankan berbagai usaha, mulai dari fesyen, perjalanan umrah, asuransi, hingga properti. Ia kemudian memulai usaha kuliner setelah suaminya memasuki masa pensiun dengan memasarkan bebek ungkep dan sambal kemasan bermerek Sambal Haji Lina.
"Awalnya saya mengelola dua merek berbeda untuk memotivasi anak berbisnis. Sekarang seluruh produk kami satukan dalam jenama Sanrah Food yang sudah memiliki legalitas lengkap," ucapnya.
Saat ini Sanrah Food telah memproduksi sekitar 20 varian menu dan tidak hanya melayani penjualan ritel melalui lokapasar daring. Perusahaan tersebut juga memasok berbagai produk untuk kebutuhan menu sejumlah kafe dan restoran di Jakarta, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Lina menegaskan kualitas menjadi komitmen utama meski kondisi ekonomi membuat sebagian konsumen lebih memilih produk berharga murah. Menurutnya, menjaga mutu bahan baku dan cita rasa merupakan strategi agar pelanggan tetap percaya terhadap produk yang dihasilkan.
"Rasa tidak pernah bisa dibohongi. Karena itu kami menjaga kualitas dan selama sebelas tahun baru satu kali melakukan penyesuaian harga sambal," kata Lina.
Memasuki paruh kedua tahun 2026, Sanrah Food mulai memperkuat sistem manajemen internal sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor strategis. Langkah tersebut dilakukan agar usaha yang pernah masuk 36 besar kompetisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di salah satu televisi swasta nasional dapat berkembang secara berkelanjutan serta semakin banyak memberdayakan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....