Astuti Angkat Cilok Pedas Jakarta Tembus Pameran Nasional

  • 25 Jun 2026 18:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketekunan, keberanian mengambil peluang, dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci keberhasilan Astuti dalam mengembangkan usaha kuliner Cimeler. Kisah inspiratif tersebut dibagikan dalam program Teras UMKM yang disiarkan dari Studio RRI Pro 4 Jakarta pada Jumat pada 19 Juni 2026, bersama host Jo Adithya.

Cimeler merupakan UMKM kuliner asal Jakarta Utara yang menghadirkan berbagai olahan aci pedas dengan cita rasa khas. Astuti, selaku pemilik usaha, mengungkapkan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai pada tahun 2017 setelah memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai karyawan marketing di industri garmen untuk fokus membangun usaha sendiri.

Berbekal kecintaan terhadap jajanan kaki lima dan kemampuan memasak yang dipelajarinya secara mandiri, Astuti langsung mencoba menjual cilok dan bakso aci kepada jaringan kenalannya di kawasan garmen. Produk yang diberi nama Cimeler, singkatan dari aci dengan sensasi pedas “meler” dari cabai segar, mendapat sambutan luar biasa hingga mampu terjual sekitar 200 porsi setiap hari melalui konsep gerobakan.

“Awalnya saya tidak membuat perencanaan yang rumit. Saya hanya percaya bahwa kalau produknya enak dan kita serius menjalaninya, pasti ada pasarnya. Alhamdulillah saat itu respons pelanggan sangat baik dan penjualan langsung berkembang,” ujar Astuti.

Kesuksesan tersebut sempat terhenti ketika pandemi COVID-19 melanda. Aktivitas penjualan gerobakan menurun drastis hingga akhirnya seluruh operasional harus ditutup. Kondisi tersebut menjadi tantangan terbesar yang pernah dihadapi Cimeler.

“Pandemi membuat usaha kami benar-benar berhenti. Gerobakan tutup semua dan kami sempat kehilangan arah. Namun saya tidak mau menyerah. Saya manfaatkan waktu itu untuk belajar dan mencari cara agar usaha ini bisa hidup kembali,” katanya.

Selama masa vakum, Astuti bergabung dengan komunitas JakPreneur dan mengikuti berbagai pelatihan pengembangan usaha. Dari sana lahir inovasi baru berupa produk frozen food yang dapat bertahan lebih lama tanpa bahan pengawet kimia.

Transformasi tersebut menjadi titik balik kebangkitan Cimeler. Selain mempertahankan varian unggulan seperti Cilok Puyuh Meler, usaha ini juga berhasil memperluas pasar hingga luar daerah. Tidak hanya itu, Cimeler turut membuka lapangan pekerjaan dengan melibatkan warga sekitar sebagai tenaga produksi.

Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di era digital, Astuti juga menggandeng generasi muda untuk membantu pengembangan pemasaran melalui media sosial.

“Saya melihat anak-anak muda memiliki kreativitas yang luar biasa. Karena itu saya mengajak mereka berkolaborasi sebagai pembuat konten dan reseller. Hasilnya sangat membantu memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan peluang usaha bagi mereka,” jelasnya.

Berkat konsistensi menjaga kualitas produk dan kemasan yang semakin profesional, Cimeler kini berada di bawah pembinaan Pertamina serta beberapa kementerian. Produknya telah memenuhi standar pengemasan yang aman untuk pengiriman jarak jauh dan mampu bersaing di berbagai ajang promosi nasional.

Saat wawancara berlangsung, Astuti bahkan sedang melayani pelanggan dalam pameran UMKM binaan Pertamina di ICE BSD, Tangerang. Kehadirannya di ajang bergengsi tersebut menjadi bukti nyata bahwa usaha yang dimulai dari gerobakan sederhana kini telah berkembang menjadi produk unggulan yang dikenal lebih luas.

Menutup wawancara, Astuti berpesan kepada para pelaku UMKM agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

“Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Selama kita terus belajar, berinovasi, dan konsisten menjaga kualitas, pasti akan ada jalan untuk berkembang. Jangan takut memulai dan jangan cepat berhenti ketika menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....