DKI Perkuat Pengujian Material Demi Keselamatan Konstruksi Publik
- 28 Mei 2026 16:29 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pengujian bahan dan barang teknik dinilai menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dalam penggunaan bangunan dan fasilitas publik. Hal itu disampaikan dalam program Beranda Asta Cita Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Pro 1 RRI Jakarta bertema Jaminan Mutu Produk Konstruksi melalui Pengujian Bahan dan Barang Teknik, Senin, 25 Mei 2026.
Kepala Unit Pengelola Penilaian Kesesuaian Bahan dan Barang Teknik atau UPPKB 2T Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Martiana Debora Paruhum mengatakan kualitas material konstruksi sangat menentukan keamanan bangunan yang digunakan masyarakat. Ia menilai pengawasan mutu produk harus dilakukan secara ketat agar material yang dipakai sesuai standar nasional.
“Jaminan mutu produk konstruksi pada dasarnya adalah upaya memastikan bahwa bahan dan barang teknik yang digunakan benar-benar memenuhi standar keamanan, kekuatan dan kelayakan sesuai standar yang berlaku seperti Standar Nasional Indonesia,” ujar Debora saat berdialog bersama RRI Jakarta.
Menurut Debora, masyarakat sering kali hanya melihat tampilan luar bangunan tanpa mengetahui kualitas material yang digunakan di dalamnya. Padahal, mutu baja, beton, pipa, keramik hingga bahan pendukung lainnya sangat berpengaruh terhadap kekuatan struktur bangunan.
Ia menambahkan pengujian laboratorium bukan sekadar formalitas administrasi untuk memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia. Pengujian dilakukan melalui proses ilmiah untuk memastikan produk benar-benar aman dan layak digunakan masyarakat.
“Pengujian laboratorium membantu mendeteksi risiko sejak awal sebelum produk digunakan secara luas. Jadi ini untuk mencegah kerugian ekonomi dan risiko keselamatan yang lebih besar,” ucapnya.
Sementara itu, Penguji Mutu Barang Ahli Muda sekaligus Penanggung Jawab Laboratorium Pengujian Bahan Bangunan dan Kalibrasi, Aditias Suyasninto menjelaskan penggunaan material di bawah standar dapat menyebabkan kerusakan hingga membahayakan keselamatan publik. Ia mencontohkan baja tulangan beton yang kualitasnya tidak sesuai dapat membuat bangunan mudah retak bahkan roboh karena tidak mampu menopang beban konstruksi.
Aditias juga menyoroti kualitas paving block yang buruk dapat menyebabkan permukaan cepat rusak dan membahayakan pengguna jalan, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, daya tahan material harus dipastikan sebelum digunakan secara luas di fasilitas umum.
“Kalau kuat tekan dan ketahanan abrasi paving block tidak sesuai, material akan cepat hancur dan bocel-bocel saat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki,” kata Aditias.
Unit Pengelola Penilaian Kesesuaian Bahan dan Barang Teknik saat ini melayani pengujian terhadap 76 jenis produk. Produk tersebut meliputi beton, baja, keramik, pipa polimer, bata ringan, genteng hingga peralatan makan berbahan keramik untuk memastikan tidak mengandung logam berat berbahaya.
Debora menyebut laboratorium tersebut menjadi salah satu laboratorium milik pemerintah daerah yang ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai laboratorium rujukan penerapan Standar Nasional Indonesia wajib untuk 21 produk. Selain pengujian, layanan sertifikasi dan kalibrasi juga telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional.
Ia mengimbau masyarakat lebih cermat dalam memilih produk konstruksi dengan memperhatikan sertifikasi Standar Nasional Indonesia serta memastikan produk memiliki jaminan mutu yang jelas. Menurutnya, kualitas material konstruksi tidak dapat ditawar karena berkaitan langsung dengan keselamatan manusia.
“Kualitas bukan sesuatu yang bisa ditawar, terutama dalam dunia konstruksi yang berkaitan langsung dengan keselamatan manusia,” ujar Debora.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....