Melihat Geliat Rumah Kreatif Marunda: Tempat Para Lansia Berdaya dan Berkarya

  • 26 Mei 2026 18:32 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Usia senja bukan halangan untuk terus produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Pak Imam Syafi'i (67) dan kawan-kawan di Rumah Kreatif Marunda, Jakarta Utara. Di tangan terampil mereka, barang-barang yang dianggap limbah seperti galon plastik bekas disulap menjadi pot bunga estetik dengan nilai ekonomi tinggi.

Rumah Kreatif Marunda kini menjadi wadah bagi para lansia untuk tetap aktif. Selain mengolah pot, mereka juga memanfaatkan lahan sekitar untuk berkebun sayur-mayur seperti cabai dan kangkung. Namun, produk pot karakter dan pot bertekstur kayu lah yang kini menjadi primadona.

Proses Kreatif yang Detail

Pak Imam menjelaskan bahwa pembuatan pot ini memerlukan ketelatenan. Proses dimulai dengan menyiapkan rangka dari kawat ayam, lalu dibalut dengan adonan semen dan pasir. Yang unik, pot-pot ini menggunakan botol mineral atau galon bekas di bagian dalamnya sebagai struktur penguat sekaligus upaya pengurangan sampah plastik.

“Kalau sedang fokus, kami bisa menghasilkan sampai 10 buah pot dalam sehari. Ada yang polos, ada juga yang diukir menyerupai serat kayu agar terlihat lebih alami,” ujar Pak Imam saat ditemui RRI Jakarta di lokasi. Selasa 26 Mei 2026.

Tim Kecil Berdampak Besar

Meski hasilnya sudah mulai dikenal luas, tim produksi ini hanya terdiri dari tiga orang lansia tangguh, yakni Pak Pardi, Pak Tohari, dan Pak Imam sendiri. Pak Imam mengaku kesulitan mengajak warga lain untuk bergabung, namun ia tetap konsisten menjalankan usaha ini demi menjaga kesehatan fisik dan mental di hari tua.

“Daripada diam di rumah, lebih baik berkarya. Ini cara kami menolak tua dan menghindari penyakit seperti stroke. Kalau banyak gerak dan mikir kreatif, badan jadi lebih enak,” tambahnya.

Dilirik Pejabat, Butuh Dukungan Pemasaran

Kualitas pot produksi para lansia Marunda ini terbukti tidak main-main. Pak Imam menceritakan bahwa produk mereka sudah pernah dibeli oleh berbagai pejabat daerah, mulai dari Lurah hingga Walikota setempat.

Terkait harga, pot ini dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Untuk pot ukuran kecil hingga sedang, konsumen bisa mendapatkan 3 buah pot dengan harga Rp100.000, sementara untuk pot ukuran besar dihargai Rp100.000 per buah.

Kendati demikian, Pak Imam berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, khususnya dalam hal pemasaran dan jalur distribusi. Ia berharap produk hasil karya lansia ini bisa dipasarkan secara lebih luas agar Rumah Kreatif Marunda bisa terus beroperasi dan memberikan penghasilan tambahan bagi para anggotanya.

“Harapan kami ada yang mendukung dari sisi pemasaran. Kalau produksinya lancar dan pasarnya ada, kami pun makin semangat bekerja dan tidak cepat jenuh,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....