Berangkat dari Kebutuhan Ekonomi Keluarga
- 04 Mei 2026 15:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Berangkat dari kebutuhan ekonomi keluarga, Nyanyu Maryati, owner Pempek Rafi81, memulai usaha kuliner khas Palembang sejak tahun 2014 di Jakarta. Dalaml program "Teras UMKM" pada hari ini (4/5)bersama Mariana Suhendi.
Nyanyu menceritakan bahwa usahanya lahir setelah sang suami berhenti bekerja, sehingga ia terdorong untuk mencari penghasilan tambahan. Pempek dipilih karena merupakan makanan khas daerah asalnya yang saat itu belum banyak ditemui dalam versi autentik di Jakarta.
Dalam perjalanannya, Pempek Raffi 81 berkembang dari skala rumahan hingga dikenal luas melalui jaringan komunitas dan partisipasi dalam berbagai bazar. Nyanyu menjelaskan bahwa kualitas menjadi kunci utama produknya, mulai dari penggunaan ikan dengan komposisi dominan hingga cuko berbahan gula merah asli Palembang. “Kalau pempek Palembang asli itu terasa di cukonya, harus kental, asam, manis, pedas, dan ikannya juga harus berasa, bukan tepungnya,” ujarnya.
Usaha ini sempat mengalami tantangan, terutama pada masa pandemi. Namun, Nyanyu melakukan inovasi dengan menghadirkan varian produk yang lebih terjangkau seperti pempek dos dan penggunaan bahan alternatif selain ikan tenggiri. Strategi tersebut terbukti efektif menjaga omzet tetap berjalan bahkan di tengah kondisi sulit. Ia juga memperluas pasar dengan menyasar kebutuhan katering kantor dan acara.
Saat ini, menurut Nyanyu, daya beli masyarakat cenderung menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski begitu, ia tetap optimis dengan terus mencari peluang baru dan memperluas jaringan pemasaran. Ia juga aktif mengikuti berbagai kegiatan UMKM untuk meningkatkan eksistensi produknya di tengah persaingan yang semakin ketat.
Mengusung tema “Maju dengan Kualitas, Sukses dengan Integritas,” Nyanyu menegaskan bahwa konsistensi menjaga mutu dan kejujuran menjadi kunci mempertahankan pelanggan. “Saya selalu jaga kualitas dan jujur ke pelanggan. Kalau pakai ikan tenggiri, saya bilang tenggiri. Kalau bukan, saya bilang apa adanya. Dari situ pelanggan jadi percaya,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....