Berani Resign Demi Usaha? Ini Risiko dan Peluang Tersembunyi
- 29 Apr 2026 09:22 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Resign untuk berwirausaha butuh kesiapan finansial dan mental.
- Banyak pelaku UMKM mengalami fase gagal sebelum stabil.
- Dukungan ekosistem dan strategi bertahap jadi penentu keberhasilan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap untuk membangun usaha sendiri kerap dipandang sebagai langkah berani sekaligus berisiko tinggi. Di balik narasi sukses para pelaku UMKM, terdapat proses panjang, kegagalan berulang, hingga tekanan finansial yang jarang terungkap ke publik.
Kisah Felicia, pemilik usaha @felbakery, menunjukkan realitas di balik keputusan besar tersebut. Ia meninggalkan karier stabil di perusahaan multinasional untuk membangun bisnis kue artisan yang kini dikenal luas. Dalam acara siaran radio "Teras UMKM" di radio 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta, kepada penyiar Lia dan Mariana Felicia mengatakan dirinya melihat potensi besar dari produk nastar kotak yang berbeda dari pasaran.
Perjalanan bisnis yang dimulai sejak Mei 2012 itu tidak langsung membuahkan hasil. Dalam tiga tahun pertama, Felicia menghadapi tekanan sosial dan keraguan dari lingkungan sekitar. Dia bilang banyak orang meragukan keputusannya berhenti bekerja dari posisi mapan hanya untuk berjualan kue.
Selain tekanan mental, tantangan teknis juga menjadi hambatan awal. Felicia mengaku mengalami kegagalan berulang saat meracik resep hingga produknya hancur. “Sempat mengalami kegagalan teknis saat eksperimen resep, di mana kuenya hancur karena penggunaan bahan yang belum seimbang,” kata dia.
Fenomena ini sejalan dengan temuan platform karier global Indeed yang menyebutkan, bisnis baru umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mencapai profitabilitas. Tanpa tabungan yang cukup, keputusan resign dapat memperbesar risiko kegagalan usaha.
Di sisi lain, laporan CNBC yang kami akses pada Rabu, 29 April 2026, menyoroti dilema klasik antara mempertahankan pekerjaan tetap atau fokus penuh pada bisnis. Memulai usaha sambil bekerja, begitu artikel CNBC, dinilai sebagai strategi aman untuk menguji pasar tanpa kehilangan sumber pendapatan utama.
Felicia pun mengakui bahwa dukungan ekosistem saat ini jauh lebih baik dibanding awal ia merintis usaha. Program pemerintah seperti Jakpreneur membantu pelaku UMKM dalam aspek legalitas hingga pemasaran. Dia mengatakan dulu sulit diakses pelaku usaha kecil.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya fokus pada kualitas produk dibanding terjebak persaingan. Baginya, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh keberanian resign, tetapi konsistensi dalam membangun nilai bisnis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....