Menemukan Peluang di Balik Kegagalan, Kisah Annisa Fathya Bangun Naraataste

  • 27 Apr 2026 16:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Perjalanan merintis usaha kerap tidak berjalan mulus, seperti yang dialami Annisa Fathya, owner Naraataste, dalam perbincangan bersama Shulkha Kamilia di RRI Jakarta. Annisa mengawali karier bisnisnya dari bidang fashion pada awal 2025, namun menghadapi berbagai kendala, mulai dari tren yang cepat berubah hingga tantangan mencari partner yang sejalan. Kondisi tersebut mendorongnya untuk mengevaluasi arah usahanya dan mencari peluang baru yang lebih berkelanjutan.

Keputusan untuk beralih ke industri makanan dan minuman (F&B) diambil pada awal 2026, dengan memanfaatkan pengalaman serta lingkungan keluarga yang memiliki usaha catering. Annisa melihat bahwa kebutuhan akan makanan akan selalu ada, sehingga peluang di sektor ini dinilai lebih stabil. “Aku berpikir kayaknya aku mau fokusin ke bisnis aja, dan F&B ini peluangnya akan selalu ada,” ujar Annisa saat wawancara Teras UMKM, Jumat, 24 April 2026.

Dalam proses membangun Naraataste, Annisa menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengembangan produk. Ia mengaku harus melalui proses trial and error berkali-kali sebelum menemukan resep yang tepat. “Bisa sampai 10 sampai 20 kali gagal, bahkan kue sus aku pernah sampai 15 kali percobaan baru berhasil,” katanya.

Dari berbagai produk yang dikembangkan, makaroni schotel menjadi salah satu yang paling diminati pasar, terutama saat momentum Ramadan dan Lebaran 2026. Annisa juga mulai melihat peluang besar pada segmen snack box untuk kebutuhan acara kantor dan sekolah, yang dinilai memiliki permintaan tinggi. Strategi pemasaran pun dilakukan melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram, yang terbukti efektif menjangkau konsumen meski jumlah pengikut masih terbatas.

Melalui perjalanan ini, Annisa menegaskan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menemukan peluang yang lebih tepat. Ia kini berencana mengembangkan variasi produk serta memperluas usahanya ke depan. “Dari kegagalan itu aku jadi tahu arah yang lebih cocok, jadi sekarang lebih fokus dan yakin,” ungkapnya, menegaskan bahwa ketekunan dan keberanian mencoba menjadi kunci dalam membangun usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....