Angkringan Pokdarwis Binaan PLN jadi Motor Ekonomi Baru di Desa Asinan
- 17 Apr 2026 12:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Svargha Jaghat Anugraha di Desa Wisata Asinan, Kecamatan Bawen, Semarang, Jawa Tengah, berhasil menghidupkan ekonomi lokal melalui unit usaha angkringan. Usaha rintisan ini merupakan hasil binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Sejak awal tahun 2026, angkringan ini menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat desa setempat.
Data periode Januari hingga Maret 2026 menunjukkan performa bisnis yang sangat positif bagi unit usaha kecil ini. Angkringan tersebut telah melayani sebanyak 293 pengunjung dengan total omzet mencapai Rp10.785.000. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi wisata lokal mampu dikelola secara mandiri oleh warga.
Meskipun kunjungan wisata umum cenderung menurun saat bulan Ramadan, pengelola melakukan inovasi strategi pemasaran yang kreatif. Mereka memperkenalkan paket buka puasa bersama dan layanan halal bihalal untuk menarik minat konsumen lokal. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas pendapatan kelompok selama masa sepi pengunjung.
Hingga 25 April 2026, tercatat sebanyak enam kelompok besar telah melakukan pemesanan tempat secara khusus. Total peserta dari kelompok tersebut mencapai 230 orang yang memanfaatkan fasilitas angkringan untuk berkumpul. Inovasi ini membuktikan bahwa adaptabilitas bisnis sangat diperlukan dalam mengelola potensi desa wisata.
Ketua Pokdarwis, Slamet, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari proses belajar yang panjang bagi warga. “Angkringan ini menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu mengelola potensi wisata secara mandiri. Kami terus belajar untuk meningkatkan kualitas layanan dan berharap Desa Asinan semakin dikenal luas oleh wisatawan,” ujar Slamet melalui keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan PLN. “Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari PLN, mulai dari penyediaan fasilitas hingga penguatan kapasitas SDM. Ini menjadi modal penting bagi kami untuk terus berkembang,” tambahnya.
Menu yang ditawarkan sangat beragam dengan harga yang sangat terjangkau bagi kantong masyarakat umum. Paket menu berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 dengan pilihan gaya kekinian seperti grill dan shabu. Perpaduan konsep tradisional dan modern ini menjadi keunggulan kompetitif dibandingkan tempat lainnya.
Keberhasilan unit usaha ini tidak terlepas dari kolaborasi erat antara warga dan pihak korporasi. Pokdarwis berperan aktif dalam mengelola operasional harian sementara PLN memberikan dukungan sarana dan prasarana. Sinergi ini menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh di tingkat akar rumput desa.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, memberikan apresiasi tinggi atas perkembangan signifikan mitra binaannya. “Program TJSL PLN dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Apa yang dilakukan Pokdarwis di Desa Asinan menunjukkan bahwa kolaborasi yang tepat dapat menghasilkan dampak ekonomi yang nyata,” ungkap Munawwar.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi model pengembangan desa wisata berbasis komunitas. “Kami melihat ini sebagai langkah awal yang sangat baik. Ke depan, kami berharap model seperti ini dapat direplikasi di wilayah lain sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” lanjutnya.
Pokdarwis Svargha Jaghat Anugraha sebelumnya telah menerima bantuan TJSL PLN pada 2025 yang lalu. Bantuan tersebut meliputi pembangunan infrastruktur vital seperti area parkir, mushola, toilet, hingga toko oleh-oleh. Fasilitas lengkap ini menjadi faktor pendukung utama kenyamanan bagi setiap pengunjung yang datang.
PLN UIP2B Jamali melalui PLN UP2B Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola. Pelatihan diberikan kepada anggota Pokdarwis secara berkelanjutan. Harapannya, kemandirian ekonomi desa dapat tercapai sepenuhnya dalam waktu yang relatif singkat.
Desa Asinan kini sedang membangun masa depan yang lebih cerah melalui semangat gotong royong warga. Kreativitas dalam mengolah menu dan promosi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan bisnis kuliner. Harapan untuk menjadi desa wisata mandiri mulai menampakkan hasil yang nyata bagi masyarakat.
Dukungan infrastruktur dari PLN sangat membantu pengelola dalam meningkatkan standar pelayanan kepada wisatawan yang hadir. Area yang bersih dan fasilitas yang memadai membuat pengunjung merasa betah berlama-lama di lokasi. Hal ini secara otomatis meningkatkan peluang belanja wisatawan di dalam kawasan desa.
Capaian omzet jutaan rupiah per bulan memberikan dampak psikologis positif bagi para anggota kelompok sadar wisata. Mereka semakin termotivasi untuk melakukan inovasi di segala bidang. Ekonomi kreatif mulai tumbuh subur di sela-sela aktivitas warga desa Asinan.
PLN menegaskan bahwa keberlanjutan program TJSL akan selalu menjadi prioritas dalam rencana strategis perusahaan. Setiap investasi sosial yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat luas. PLN bersama masyarakat mewujudkan kemandirian ekonomi bangsa yang lebih kokoh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....