Pedagang Makanan Gusar akibat Lonjakan Harga Plastik Kemasan
- 07 Apr 2026 10:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Lonjakan harga plastik kemasan membuat pedagang makanan gusar. Mereka menghadapi dilema antara menaikkan harga jual dan berisiko kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga dengan pendapatan bersih yang tergerus.
Zainudin, pedagang ketupat sayur di Rawamangun, Jakarta Timur, memilih tidak menaikkan harga jual. Ia menjelaskan, usaha makanan berskala kecil seperti dirinya sulit menyesuaikan harga di tengah tekanan biaya.
“Ya mau gimana lagi, udah naik, tapi harga [ketupat sayur] sih tetap. Kalau makanan susah naik,” kata Zainudin kepada RRI Jakarta, pada Senin, 6 April.
Pria yang telah berjualan ketupat sayur sejak tahun 2015 ini harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli plastik kiloan makanan berjenis PE, seharga Rp15.000 yang sebelum Maret seharga Rp9.000. “Ini mah bukan naik lagi, ganti harga,” ujarnya.
Tekanan biaya tidak hanya berasal dari kemasan, tetapi juga bahan baku utama, seperti beras, telur hingga minyak goreng. “Ya, susah juga ya lah. Mau gimana lagi? Pengennya mah stabil apapun stabil. Biar rakyat kecil nggak nangis lah,” kata Zainudin.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan margin keuntungan pedagang. Zainudin mengaku keuntungan hariannya turun dari sekitar Rp200-ribu menjadi Rp100-150 ribu.
| Baca juga: Legislator DKI Dukung Keberadaan UMKM Takjil |
Tidak jauh berbeda, Solikhin, pedagang ketoprak di Rawamangun harus rela pendapatan bersihnya tergerus, salah satunya akibat kenaikan harga bahan kemasan. “Sekitar 20% kalau pendapatan bersih berkurangnya,” ujar Solikhin pada Senin, 6 April 2026.
Meski biaya meningkat, Solikhin memilih tidak menaikkan harga jual ketoprak. Di tempat yang sama, istrinya Unaiza yang ikut membantu berjualan mengaku khawatir kenaikan harga sebungkus ketoprak akan membuat pelanggan beralih.
“Masih jual ketoprak dengan harga lama, [tidak dinaikan harganya] karena takutnya ini peminatnya pada berkurang, pelanggan pada lari,” ujar Unaiza di tempat yang sama.
Sebelumnya, RRI Jakarta melaporkan lonjakan harga plastik terjadi di sejumlah toko di Jakarta Timur. Kenaikan tercatat pada berbagai jenis plastik, mulai dari plastik kiloan jenis PE hingga kantong kresek.
Lonjakan harga plastik dinilai akibat terganggunya pasokan bahan baku, imbas konflik di kawasan Asia Barat, yang melibatkan AS-Israel dan Iran. Pemerintah Indonesia tengah mencari sumber alternatif baru bahan baku dari negara Afrika, India, dan Amerika.
Baca juga: Harga Plastik Melonjak hingga Dua Kali Lipat di Pasar Rawamangun
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....