Dari Canting ke Dapur: Batik Marunda Topang Ekonomi Keluarga
- 04 Apr 2026 08:53 WIB
- Jakarta
RRI.co.id, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan Rusunawa Marunda, sekelompok ibu rumah tangga tampak tekun menggoreskan canting di atas kain putih. Aktivitas ini bukan sekadar kegiatan pengisi waktu, melainkan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi mereka.
Salah satunya adalah Ibu Rini (56), warga Blok B2, yang telah mendedikasikan diri sebagai pengrajin Batik Marunda selama satu dekade terakhir. Ia mulai bergabung sejak pelatihan pertama digelar pada 2013 dan aktif berproduksi sejak 2015.
Bagi Ibu Rini, membatik bukan hanya hobi, tetapi juga cara untuk membantu perekonomian keluarga di tengah keterbatasan.
“Alhamdulillah, membantu buat ekonomi, minimal buat uang jajan. Kalau untuk bayar sewa rusun secara penuh memang belum cukup, tapi sangat membantu dapur,” ujar Ibu Rini saat ditemui RRI Jakarta di bengkel batik rusun, Sabtu. 4 April 2026.
Sistem pengupahan bagi para pengrajin batik di Rusun Marunda dihitung berdasarkan jumlah kain yang dihasilkan. Harga tiap lembar kain bervariasi, tergantung tingkat kerumitan motif. Untuk motif yang rumit, satu kain dapat dihargai antara Rp150.000 hingga Rp180.000.
Namun, proses pembuatannya tidaklah singkat. Satu kain bermotif sulit dapat memakan waktu hingga satu sampai dua minggu. Sementara untuk motif yang lebih sederhana, Ibu Rini mampu menghasilkan sekitar lima hingga enam lembar kain dalam sebulan.
“Kalau motifnya gampang, sebulan bisa dapat 5 sampai 6 kain. Tapi kalau yang susah, dua minggu baru jadi satu. Rata-rata penghasilan memang belum sampai satu juta rupiah per bulan, tapi ada saja rezekinya,” kata Ibu Rini menambahkan.
Meski biaya sewa rusun tempat tinggalnya telah disubsidi pemerintah—sekitar Rp200.000 per bulan untuk unit di lantai tiga—Ia berharap program Batik Marunda dapat terus dikembangkan.
Menurutnya, perluasan pasar menjadi kunci agar produksi batik meningkat dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja, khususnya perempuan di lingkungan rusun.
“Harapannya pengen diperluas lagi, diperbanyak lagi kegiatannya. Supaya ibu-ibu di sini punya pekerjaan dan bisa lebih membantu ekonomi keluarga lewat batik ini,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....