Green House Warisan Era Joko Widodo Jadi Tumpuan Ekonomi Warga Marunda

  • 04 Apr 2026 08:46 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, Jakarta – Program pemberdayaan warga di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, mulai membuahkan hasil nyata. Salah satu yang paling menonjol adalah pengelolaan Green House (rumah kaca) berbasis hidroponik yang kini menjadi tumpuan ekonomi bagi sejumlah warga.

Kepala pengelola Green House Rusunawa Marunda (44), yang telah menetap di Blok Pari, Klaster A sejak tahun 2011, menceritakan perjalanan panjang fasilitas ini. Menurutnya, Green House ini merupakan rintisan sejak masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Ini (Green House) sudah ada sejak zaman Pak Jokowi. Dulu sempat digunakan oleh kelompok tani (Poktan), dan sekarang kami kembangkan dengan sistem hidroponik yang lebih modern," ujarnya ketika ditemui RRI Jakarta, Sabtu 4 April 2026.

Saat ini, Green House tersebut memproduksi berbagai jenis sayuran segar seperti selada, caisim, kangkung, hingga baby pakcoy. Hasil panennya tidak hanya dipasarkan ke distributor besar seperti Hydrofarm, tetapi juga merambah ke bisnis katering. Target produksinya pun ambisius, dari semula 50 kilogram per panen, kini ditargetkan mencapai 100 kilogram pada akhir tahun ini.

Dampak ekonomi dari program ini sangat dirasakan langsung oleh pengelola dan warga sekitar. Sebelum menjadi bagian dari PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan) di bawah UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun), pengelola tersebut mengaku sempat mengalami kesulitan ekonomi hingga menunggak biaya sewa rusun lebih dari Rp5 juta.

"Dulu saya pedagang roti keliling, sering nunggak sewa sampai 5 juta lebih. Tapi sekarang alhamdulillah, dengan gaji standar UMR sebagai PJLP, semua tunggakan sudah lunas dan ekonomi keluarga lebih stabil," ujarnya..

Tak hanya menguntungkan pengelola inti, Green House ini juga membuka lapangan kerja sampingan bagi warga sekitar. Saat musim panen tiba, warga dilibatkan sebagai tenaga bantuan dengan upah Rp10.000 per jam untuk pekerjaan selama sekitar tiga jam.

Ke depannya, program pemberdayaan ini direncanakan akan menyasar kaum perempuan di Rusunawa Marunda. Dengan meningkatnya kapasitas produksi, diharapkan semakin banyak warga yang terlibat sehingga kemandirian ekonomi di lingkungan rusun dapat terwujud secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....