Pasar Juadah Pontianak, Jadi Ruang Temu Lintas Budaya
- 19 Feb 2026 21:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pasar Juadah Ramadan di Masjid Mujahidin Pontianak kembali menjadi pusat perhatian sebagai ruang pertemuan budaya dan ekonomi masyarakat pada Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya sekadar tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai latar belakang. Setiap sore, kawasan masjid dipenuhi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbuka sekaligus merasakan kehangatan tradisi lokal. Hal ini menjadi bukti nyata bagaimana kuliner mampu menyatukan perbedaan di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
"Pasar Juadah ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi menjadi ruang pertemuan budaya dan tradisi masyarakat Pontianak setiap Ramadan," ujar Drs. Manto selaku Ketua Panitia Bazar Ramadan Mujahidin.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa bazar ini sengaja digelar untuk memfasilitasi pedagang lokal serta UMKM agar bisa berkembang selama bulan suci. Kehadiran pasar ini sangat membantu menggerakkan roda ekonomi umat sekaligus menyediakan kebutuhan berbuka bagi warga sekitar. Panitia memastikan kegiatan berjalan tertib agar pengunjung merasa nyaman saat berbelanja.
Keberagaman menu yang ditawarkan juga menjadi simbol toleransi, mulai dari kuliner Melayu, Tionghoa, hingga hidangan khas nusantara lainnya. "Di sini semua bisa bertemu, saling mengenal, dan merasakan kebersamaan lewat makanan dan tradisi," tambah Manto menekankan nilai persatuan dalam acara tersebut. Momentum Ramadan ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat nilai gotong royong di tengah perbedaan masyarakat. Melalui makanan, sekat-sekat perbedaan antarwarga perlahan mencair dalam suasana penuh keakraban.
Selain aspek ekonomi, bazar ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya Ramadan. Panitia bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pengurus masjid guna menjaga kebersihan serta kenyamanan area pasar. Hal ini penting dilakukan agar tradisi pasar juadah tetap lestari dan selalu dinanti setiap tahunnya. Dengan pengelolaan yang baik, pasar ini diharapkan terus menjadi ikon wisata religi dan kuliner di Kota Pontianak.
Drs. Manto berharap agar penyelenggaraan yang konsisten dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat luas. "Harapannya, bazar ini bisa terus menjadi wadah kebersamaan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi umat selama Ramadan," pungkasnya menutup diskusi. Pasar juadah di Pontianak pun sukses membuktikan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk merayakan kebersamaan dan inklusivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....