Dedikasinya Petugas PPSU Merawat Ketahanan Pangan di Tengah Kota
- 21 Jun 2026 12:51 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Sosok petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) biasanya identik dengan sapu lidi dan seragam oranye yang membersihkan jalanan. Namun, hal berbeda terlihat pada Pak Udin (44), seorang anggota PPSU yang telah mengabdi selama enam tahun. Di balik tugas rutinnya, ia kini memegang tanggung jawab penting dalam mengelola urban farming atau pertanian perkotaan di wilayah Jakarta Utara.
Pak Udin dipercaya oleh pimpinannya untuk merawat dua lokasi kebun produktif, yakni di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Petra dan kebun milik RW 07. Keahliannya dalam bercocok tanam ternyata bukan datang tiba-tiba. Pak Udin mengaku bahwa dirinya adalah anak seorang petani dari kampung halaman, sehingga aktivitas mencangkul dan menanam sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak kecil.
"Di pimpinan disuruh ngurus pertanian di dua tempat. Kebetulan saya di kampung anak petani, jadi dari kecil sudah ikut orang tua bertani. Setidaknya tahulah dasar-dasarnya," ujar Pak Udin saat ditemui RRI Jakarta di sela-sela kegiatannya. Sabtu 20 Juni 2026.
Meski memiliki pengalaman, bertani di tengah megapolitan Jakarta memberikan tantangan tersendiri. Pak Udin mengungkapkan bahwa kendala utama adalah kualitas tanah. Berbeda dengan tanah di pedesaan yang subur, lahan di Jakarta umumnya merupakan tanah urugan (landfill) yang keras dan kurang unsur hara.
"Hambatan di sini itu tanahnya. Susah tumbuh 100 persen karena tanah urugan. Paling maksimal pertumbuhannya 65 persen," jelasnya. Selain tanah, cuaca panas dan serangan hama seperti kutu putih serta ulat menjadi "musuh" sehari-hari yang harus ia hadapi.
Berbagai jenis tanaman pangan berhasil ia tanam, mulai dari kangkung, bayam, jagung, labu, pare, hingga tomat. Bahkan, tanaman buah seperti anggur pun mulai menampakkan hasil meskipun buahnya masih berukuran kecil. Menurut Pak Udin, sayuran seperti kangkung, bayam, dan labu adalah yang paling maksimal pertumbuhannya di lokasi tersebut.
Rutinitas harian Pak Udin dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Setelah absen di kelurahan, ia langsung menuju kebun untuk menyapu area agar steril, menyiram tanaman, hingga memberikan pupuk. Aktivitas ini ia lakukan dengan telaten hingga pukul 15.00 WIB.
Melalui dedikasinya, Pak Udin berharap program urban farming di Jakarta bisa lebih diperhatikan, terutama dalam hal penyediaan pupuk berkualitas dan perbaikan unsur tanah. "Harapannya lebih baik lagi, terutama perhatikan pupuk dan tanahnya supaya perkembangan tanamannya bisa maksimal dan lebih bagus lagi untuk warga," pungkasnya.
Kisah Pak Udin menjadi bukti bahwa petugas PPSU memiliki peran yang sangat luas, tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kemandirian pangan dan penghijauan di lingkungan perkotaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....