Inflasi Jakarta September 2026 Tercatat 0,13 Persen

  • 01 Okt 2026 15:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan atau month-to-month, pada September 2026.

"Pada bulan September 2026, DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,13 persen secara month-to-month, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 110,26 pada bulan Agustus 2026 menjadi 110,4 pada bulan September 2026," kata Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Kadarmanto, dalam konferensi pers di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis 1 Oktober 2026.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Jakarta, dengan inflasi sebesar 0,46 persen. Kelompok tersebut memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,08 persen.

Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil terbesar, yaitu 0,06 persen. Kemudian diikuti cabai rawit sebesar 0,02 persen dan beras 0,01 persen. Selain itu, masker kesehatan dan bensin masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

"Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah daging ayam ras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen, kemudian cabai rawit memberikan andil inflasi sekitar 0,02 persen, dan beras dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen," ujar Kadarmanto.

Sementara secara tahunan atau year-on-year, DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 2,71 persen pada September 2026 dibandingkan September 2025.

"Secara year-on-year, inflasi di DKI Jakarta sebesar 2,71 persen, yaitu kita bandingkan harga di September 2026 terhadap September tahun lalu di 2025," kata Kadarmanto.

Inflasi tahunan terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,71 persen dengan andil 0,73 persen. Kelompok transportasi juga mencatat inflasi 4,65 persen dengan andil sebesar 0,63 persen.

Berdasarkan komoditas, bensin memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 0,46 persen, disusul emas perhiasan 0,42 persen dan daging ayam ras 0,19 persen. Beras memberikan andil 0,12 persen dan minyak goreng 0,09 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....