BEI Raih Sejumlah Penghargaan, IHSG Turun 1,43 Persen
- 15 Sep 2026 11:24 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- BEI Raih Sejumlah Penghargaan, IHSG Turun 1,43 Persen
- Pasar Modal Pekan Ini Melemah, BEI Tetap Perkuat Keterbukaan
- BEI Perkuat Keterbukaan Informasi di Tengah Pasar Melemah
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meraih sejumlah penghargaan dalam 2025 Vision Awards Annual Report Competition yang diselenggarakan League of American Communications Professionals (LACP). Penghargaan tersebut diberikan atas keunggulan laporan tahunan BEI untuk tahun fiskal lalu. BEI meraih Platinum Award untuk kategori keunggulan penyusunan laporan tahunan.
Laporan tahunan BEI juga masuk Top 100 Reports Worldwide dengan menempati peringkat ke-29 dan Top 100 Reports Asia-Pacific Region di peringkat ke-15. BEI turut masuk dalam jajaran Top 20 Indonesian Reports.
Selain itu, laporan tahunan BEI meraih Gold untuk kategori Most Engaging Report tingkat Asia-Pasifik dan Bronze untuk kategori yang sama di tingkat dunia.
BEI juga memperoleh Technical Achievement Award atas keunggulan dalam seni dan metode komunikasi laporan tahunan.
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya BEI memperkuat penyajian informasi yang informatif, menarik, dan berkualitas bagi publik serta pemangku kepentingan.
Sementara itu, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kembali menggelar Public Expose Live 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara virtual pada 7 hingga 11 September 2026 itu diikuti 45 Perusahaan Tercatat.
Public Expose Live memberikan kesempatan kepada investor dan masyarakat untuk memperoleh informasi secara langsung dari manajemen perusahaan mengenai kinerja, strategi, hingga prospek bisnis.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, menegaskan keterbukaan informasi yang konsisten menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan jangka panjang.
Menurutnya, keterbukaan informasi juga penting untuk mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang semakin berintegritas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.
Di tengah penguatan keterbukaan informasi tersebut, perdagangan saham di BEI selama periode 7 hingga 11 September 2026 ditutup di zona negatif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 1,43 persen, dari level 6.636,475 pada pekan sebelumnya menjadi 6.541,377.
Kapitalisasi pasar BEI juga turun 1,32 persen, dari Rp11.599 triliun menjadi Rp11.446 triliun.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian. Angkanya turun 14,88 persen menjadi Rp16,36 triliun dari Rp19,22 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 26,34 persen menjadi 36,09 miliar lembar saham dari sebelumnya 48,99 miliar lembar saham.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga turun 7,07 persen, dari 2,39 juta kali transaksi menjadi 2,22 juta kali transaksi.
Adapun pada perdagangan terakhir pekan tersebut, investor asing mencatatkan jual bersih Rp690,19 miliar.
Secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing telah membukukan jual bersih Rp71,415 triliun.
Kondisi tersebut menunjukkan dinamika pasar modal yang tetap perlu dicermati investor, sementara BEI terus mendorong keterbukaan informasi dan komunikasi antara perusahaan tercatat dengan para pemodal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....