Simpeda Tembus Rp74,86 Triliun, Asbanda Percepat Transformasi Tabungan Digital

  • 22 Agt 2026 22:13 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Tabungan Simpeda milik 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia mencatatkan saldo sekitar Rp74,86 triliun hingga Juni 2026. Pencapaian tersebut menjadi pijakan bagi Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk mempercepat transformasi Simpeda menjadi tabungan digital yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengatakan angka tersebut bukan sekadar menunjukkan besarnya dana yang berhasil dihimpun, melainkan mencerminkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia.

“Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM, dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Agus melalui keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Agus menilai tantangan Simpeda ke depan bukan lagi hanya menambah jumlah rekening atau saldo tabungan, tetapi memastikan produk tersebut tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan perbankan digital.

Karena itu, BPD didorong memperluas fungsi Simpeda agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan dana, tetapi juga dapat digunakan untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan berbagai layanan keuangan lainnya.

“Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital, dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” katanya.

Agus juga menyoroti keunggulan Simpeda sebagai produk bersama yang dimiliki 27 BPD di seluruh Indonesia. Menurut Agus, jaringan tersebut menjadi pembeda yang dapat memperkuat posisi Simpeda sebagai kekuatan perbankan ritel nasional yang bertumpu pada jaringan daerah.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” ujarnya.

Selain penguatan layanan digital, pihaknya akan mendorong inovasi produk, pengembangan ekosistem merchant dan pembayaran, serta peningkatan kualitas layanan agar Simpeda semakin menarik bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Simpeda di Bengkulu juga menjadi ajang yang memperlihatkan kedekatan BPD dengan masyarakat. Sekitar 30 ribu orang menghadiri rangkaian acara tersebut, sementara kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga UMKM setempat.

Agus menegaskan, manfaat yang ingin dibangun BPD tidak berhenti pada program undian semata.

“Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan, dan pelayanan yang semakin baik,” katanya.

Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....