Bukukan Pendapatan USD 13,81 Juta, BBRM Siap Ekspansi Armada Tahun 2026
- 23 Jun 2026 22:33 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di Tengah dinamika perekonomian global dan tensi geopolitik yang penuh ketidakpastian, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) berhasil menjaga kinerja keuangan yang Solid dengan mencatatkan total pendapatan sebesar USD 13.818.874, tumbuh 2,9% dibandingkan tahun 2024 sebesar USD 13.430.614.
Pertumbuhan pendapatan perseroan pada tahun 2025 didorong oleh performa kuat dari dua segmen utama, yakni Kapal Penunjang Lepas Pantai (OSV) yang menopang stabilitas keuangan dengan pendapatan USD 11.790.910, menyumbang 85% dari total pendapatan perseroan.
"Tingkat utilisasi armada OSV mencapai 82,08% berkat peningkatan aktivitas eksplorasi laut dalam global," ujar Direktur Utama BBRM, Na'im Machzyumi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada Selasa, 23 Juni 2026.
Kedua, Kapal Self Propeller Barge (SPB) yang mencatat lonjakan signifikan sebesar 24,3% menjadi USD 2.027.964, didorong oleh penambahan 1 unit kapal SPB baru yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024.
Na'im menyampaikan, dari sisi efisiensi, beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun menjadi USD 7.166.325 dan di akhir tahun buku 2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 6.269.701.
"Untuk memperkuat struktur modal dalam menghadapi rencana pengembangan usaha ke depan, RUPS menyepakati bahwa perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih akan dialokasikan untuk mendanai rencana penambahan Armada baru," katanya.
Hasil kinerja yang baik ini, posisi keuangan perseroan menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Total aset naik menjadi USD 48.821.766, total liabilitas turun 14% menjadi USD 4.561.675 dan total ekuitas meningkat 17% menjadi USD 44.270.091.
Menghadapi tahun 2026, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan pertumbuhan konsumsi minyak global akan meningkat menjadi 930.000 barel per hari (bpd). Guna menangkap peluang pasar internasional yang terus berkembang di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, Perseroan mengumumkan rencana strategis berskala besar.
"Untuk menangkap peluang pasar yang terus berkembang, Perseroan berencana melakukan penambahan armada baru, yaitu membangun 1 (satu) unit kapal Platform Supply Vessel (PSV) dengan nilai investasi mencapai USD 22.000.000," ucap Direksi Perseroan dalam laporannya.
Langkah ini melengkapi strategi peremajaan lini armada yang telah berjalan, di mana Perseroan aktif melakukan kegiatan dry docking preventif serta menjual kapal-kapal berusia tua untuk digantikan dengan kapal yang bernilai ekonomis lebih tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....