Bimasakti Dorong Inklusi Keuangan lewat Solusi Pembayaran Digital

  • 31 Mar 2026 18:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertumbuhan industri teknologi finansial di Indonesia tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga berkembang dari daerah. PT Bimasakti Multi Sinergi menjadi salah satu contoh perusahaan yang memulai perjalanan dari Sidoarjo, Jawa Timur, hingga kini berekspansi secara nasional.

Perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Indonesia tersebut awalnya mengembangkan solusi pembayaran digital untuk menjawab kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Bimasakti juga menjadi induk dari sejumlah platform digital seperti Winpay (payment gateway), SpeedCash (dompet digital), serta Rajabiller (H2H multi biller) yang mendukung berbagai kebutuhan transaksi.

VP Regulator and State Authority Bimasakti, Novandy Bambang Pramana, mengatakan ekspansi perusahaan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan pembayaran digital yang inklusif.

“Sejak awal kami melihat kebutuhan pembayaran digital tidak hanya ada di kota besar, tetapi juga di daerah. Karena itu, kami membangun solusi yang dapat menjangkau lebih luas dengan tetap mengedepankan keamanan dan kepercayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2026.

AFTECH menilai perjalanan Bimasakti menjadi bukti bahwa inovasi fintech tidak hanya lahir dari pusat ekonomi nasional, melainkan juga dari daerah. Hal ini dinilai penting untuk mendorong pemerataan akses layanan keuangan digital di Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, menyebut pertumbuhan fintech dari daerah menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem ekonomi digital nasional.

“Ini membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah, sekaligus memperkuat industri fintech secara keseluruhan,” kata Firlie.

Seiring perkembangan bisnis, Bimasakti juga terus memperkuat tata kelola sistem dan perlindungan data. Hal ini ditandai dengan diraihnya sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi.

Sertifikasi tersebut mencakup pengembangan sistem, operasional teknologi informasi, hingga pemeliharaan layanan pembayaran, termasuk QRIS, payment initiation, acquiring, serta remitansi.

Ia menjelaskan bahwa penerapan standar keamanan informasi telah dilakukan sejak 2015 dan kini diperluas agar mencakup seluruh ekosistem layanan perusahaan secara lebih komprehensif.

Menanggapi hal tersebut, AFTECH mengapresiasi langkah Bimasakti dalam meningkatkan standar keamanan sebagai upaya menjaga kepercayaan publik terhadap layanan fintech.

“Penerapan standar global ini menunjukkan komitmen industri dalam membangun ekosistem yang aman, terpercaya, dan berkelanjutan,” ujar Firlie.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....