Uang THR Anak, Bolehkah Dipakai Orang Tua? Ini Cara Mengaturnya
- 31 Mar 2026 14:24 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak saat Lebaran masih terus hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan. Momen berkumpul bersama keluarga besar sering kali diwarnai dengan pembagian amplop berisi uang kepada anak-anak, yang disambut dengan antusias dan senyum lebar.
Bagi anak-anak, THR bukan sekadar uang, tetapi juga simbol kebahagiaan dan hadiah dari orang-orang terdekat. Tak jarang, mereka sudah memiliki rencana sendiri untuk menggunakan uang tersebut, mulai dari membeli mainan, jajanan, hingga barang yang sudah lama diinginkan.
Namun di balik euforia itu, muncul dilema yang kerap dirasakan orang tua: apakah uang THR tersebut sepenuhnya menjadi milik anak, atau boleh digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk kebutuhan keluarga?
Pada dasarnya, uang yang diberikan kepada anak tetap merupakan hak mereka. Meski demikian, anak, terutama yang masih kecil, belum sepenuhnya memahami cara mengelola uang dengan bijak. Di sinilah peran orang tua menjadi penting, bukan untuk mengambil alih, melainkan membimbing.
Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak anak mengatur uang THR mereka. Misalnya, membaginya ke dalam beberapa pos seperti tabungan, kebutuhan, dan hiburan. Dengan cara ini, anak tetap bisa menikmati hasil pemberian tersebut, sekaligus belajar mengelola keuangan sejak dini.
Selain itu, orang tua juga dapat mengenalkan konsep berbagi, seperti menyisihkan sebagian kecil uang untuk disedekahkan. Kebiasaan ini tidak hanya mengajarkan empati, tetapi juga membentuk karakter anak dalam memandang uang bukan semata untuk diri sendiri.
Lantas, bagaimana jika orang tua menggunakan uang THR anak?
Dalam praktiknya, tidak sedikit orang tua yang memanfaatkan uang tersebut, terutama untuk kebutuhan yang berkaitan langsung dengan anak, seperti membeli perlengkapan sekolah, pakaian, atau kebutuhan lainnya. Hal ini masih dapat dipahami selama tujuannya jelas untuk kepentingan anak.
Namun, penggunaan untuk kebutuhan pribadi orang tua yang tidak berkaitan dengan anak sebaiknya dihindari. Selain berpotensi menimbulkan kebiasaan yang kurang baik, hal ini juga dapat mengurangi rasa percaya anak, terutama ketika mereka mulai memahami nilai uang dan kepemilikan.
Transparansi menjadi kunci penting dalam hal ini. Orang tua dapat menjelaskan secara sederhana kepada anak mengenai penggunaan uang tersebut. Dengan begitu, anak tidak hanya belajar tentang uang, tetapi juga tentang kejujuran dan tanggung jawab.
Lebih dari sekadar tradisi tahunan, momen pemberian THR sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keuangan dalam keluarga. Dari hal kecil ini, anak dapat mulai memahami arti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga belajar membuat keputusan sederhana.
Pada akhirnya, bukan soal seberapa besar jumlah uang yang diterima, tetapi bagaimana nilai dan kebiasaan yang ditanamkan sejak dini. Dengan pengelolaan yang tepat, THR Lebaran bisa menjadi langkah awal bagi anak dalam membangun kebiasaan finansial yang sehat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....