Langkah Menjaga Kesehatan dan Finansial Keluarga usai Lebaran
- 17 Mar 2026 08:18 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Keluarga perlu memulihkan pola hidup sehat setelah pola makan dan aktivitas berubah selama Lebaran.
- Pengelolaan keuangan pasca-THR menjadi langkah penting agar kondisi finansial tetap stabil.
- Perlindungan kesehatan dan perencanaan finansial dinilai penting untuk menghadapi risiko masa depan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Setelah sebulan penuh beribadah, momen Lebaran menjadi puncak kebersamaan keluarga. Namun, fase setelahnya kerap menghadirkan tantangan baru, baik dalam menjaga kesehatan maupun menata kembali kondisi finansial rumah tangga.
Chief Client and Marketing Officer, Maika Randini, mengatakan Lebaran seharusnya tidak hanya menjadi momen konsumsi, tetapi juga kesempatan memperkuat fondasi keuangan keluarga. Ia menilai pengelolaan Tunjangan Hari Raya (THR) secara bijak dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
“THR sejatinya adalah kesempatan langka untuk memperkuat struktur keuangan keluarga. Dengan membaginya secara cerdas untuk kewajiban agama, melunasi utang, merayakan Lebaran, membangun tabungan, dan melengkapi perlindungan, Anda memastikan bukan hanya Lebaran yang meriah tetapi juga masa depan yang lebih tenang,” ujar Maika Randini melalui pesan WhatsApp di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.
Langkah pertama yang dianjurkan adalah mengembalikan pola makan secara bertahap. Setelah beberapa hari menikmati hidangan tinggi gula, lemak, dan santan, tubuh membutuhkan adaptasi dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih agar metabolisme kembali stabil.
Selain itu, istirahat yang cukup setelah perjalanan mudik menjadi faktor penting bagi pemulihan tubuh. Perjalanan jarak jauh sering memicu kelelahan fisik sehingga keluarga dianjurkan memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat sebelum kembali menjalani aktivitas normal.
Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu memulihkan kebugaran. Jalan kaki, peregangan, atau olahraga ringan dinilai efektif untuk mengembalikan stamina setelah masa libur panjang yang cenderung pasif.
Jika tubuh masih menunjukkan gejala kelelahan atau gangguan kesehatan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan. Deteksi dini dapat mencegah munculnya masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
Selain aspek kesehatan, kesiapan finansial keluarga juga menjadi perhatian penting setelah Lebaran. Maika menilai keluarga perlu mulai membangun kembali dana darurat dan perlindungan finansial, termasuk mempertimbangkan perlindungan penyakit kritis berbasis syariah.
Salah satu contohnya adalah SHIFA Essential dari Sun Life Syariah yang memberikan perlindungan hingga Rp8 miliar per tahun, santunan meninggal hingga Rp400 juta. Dengan perlindungan ini, keluarga kata Maika bisa lebih tenang, siap menghadapi risiko di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....