Investor Ritel Melesat, Ajaib Tekankan Keandalan Sistem

  • 29 Jan 2026 00:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pertumbuhan investor ritel di Indonesia menunjukkan tren yang semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal telah menembus 20,36 juta orang hingga akhir 2025, menandai keberhasilan perluasan inklusi keuangan sekaligus meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi saham.

Lonjakan tersebut membawa peluang besar bagi pendalaman pasar modal nasional. Namun, di sisi lain, peningkatan volume dan kecepatan transaksi juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga keandalan sistem transaksi digital serta memastikan investor memahami mekanisme perdagangan secara benar dan bertanggung jawab.

Associate Vice President Marketing Ajaib, Azizah, menegaskan bahwa di era investasi digital, teknologi yang andal harus berjalan seiring dengan literasi pengguna. Menurutnya, sistem transaksi saham bekerja secara real-time dan memproses instruksi sesuai input yang diberikan nasabah, sehingga ketelitian menjadi kunci utama dalam setiap keputusan transaksi.

“Selain memastikan sistem yang aman dan andal, kami terus mendorong pemahaman investor agar lebih teliti dalam setiap langkah transaksi. Edukasi menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan pasar,” ujar Azizah melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 Januari 2026.

Sejalan dengan komitmen transparansi, Ajaib juga menjelaskan bahwa isu terkait pengalaman transaksi yang sempat menjadi perhatian publik pada pertengahan tahun lalu telah diselesaikan melalui proses komunikasi dan klarifikasi yang konstruktif. Seluruh pihak terkait telah mencapai kesepahaman mengenai mekanisme sistem dan fitur transaksi yang berlaku.

Azizah mengapresiasi itikad baik nasabah yang terlibat dalam proses tersebut. Menurutnya, keterbukaan dan verifikasi fakta mencerminkan meningkatnya pemahaman investor terhadap sistem perdagangan digital, sehingga persoalan tersebut kini telah dinyatakan selesai secara menyeluruh.

Sebagai perusahaan sekuritas yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta anggota Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, Ajaib memastikan seluruh transaksi diproses secara transparan, aman, dan dapat ditelusuri sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi keamanan teknologi, Ajaib telah menerapkan standar internasional ISO 27001 dan menjalani audit berkala oleh pihak independen. Perusahaan juga menyediakan panduan penggunaan serta informasi edukatif di dalam aplikasi untuk membantu investor memahami alur transaksi dan risiko yang menyertainya.

Ke depan, Ajaib berkomitmen terus mengembangkan teknologi dan mendukung partisipasi investor ritel, termasuk melalui akses digital ke penawaran umum perdana saham (e-IPO) dengan pengawasan regulator. Dengan sistem yang andal dan pemahaman pengguna yang baik, Ajaib optimistis ekosistem pasar modal digital Indonesia dapat tumbuh secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....