PNBP Imigrasi Jaksel Capai 169,81 Persen Tahun 2025

  • 10 Des 2025 19:58 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan terus mempertegas komitmennya dalam menjalankan transformasi digital keimigrasian guna menghadirkan pelayanan publik yang modern, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat yang PRIMA. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem digital, penyempurnaan inovasi layanan, serta capaian kinerja yang melampaui target nasional.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan, Bugie Kurniawan, mengungkapkan sepanjang Tahun Anggaran 2025, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan berhasil merealisasikan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp224.706.745.336, atau 169,81 persen dari target PNBP sebesar Rp132.330.900.000.

“Capaian tersebut mencerminkan efektivitas transformasi digital layanan keimigrasian serta meningkatnya kepercayaan publik,” ujarnya.

Dalam mendukung implementasi layanan berbasis teknologi informasi, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan menghadirkan sejumlah inovasi digital unggulan, antara lain:

-SI SULTAN Sharing, sarana penyebaran informasi keimigrasian terintegrasi bersama UP PMPTSP Kota Administrasi Jakarta Selatan. -SIMPLE (South Jakarta Immigration Stay Permit Lounge) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Jakarta Selatan, mempermudah layanan izin tinggal bagi investor dan pemegang Golden Visa. -Aplikasi SULTAN PRIMA, sistem pendukung kinerja internal berbasis data terintegrasi. -WASPADA (Web Application Sistem Peta Digital Orang Asing), aplikasi pemetaan digital orang asing secara real-time untuk memperkuat pengawasan berbasis data. -Dual Monitor Service, inovasi transparansi proses input dan verifikasi data layanan paspor dan izin tinggal. -Immigration Lounge Kebayoran Park Mall, unit layanan imigrasi di pusat perbelanjaan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat secara nyaman dan mudah diakses.

Sepanjang Tahun 2025, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan mencatat sejumlah capaian layanan, antara lain:

Layanan Paspor: -Total penerbitan 151.014 paspor RI, terdiri dari paspor elektronik dan paspor polikarbonat. -Program Eazy Passport tercatat sebanyak 23 kegiatan, dengan total 2.408 pemohon sebagai bentuk pelayanan jemput bola.

Layanan Izin Tinggal WNA: -Total penerbitan izin tinggal: 79.996 dokumen -Total perpanjangan izin tinggal: 23.431 dokumen.

Rincian: -ITK: 68.087 penerbitan, 8.040 perpanjangan -ITAS: 9.899 penerbitan, 15.124 perpanjangan -ITAP: 10 penerbitan, 307 perpanjangan.

Dokumen lainnya: -Affidavit: 247 permohonan -Exit Permit Only (EPO): 4.394 permohonan -ERP Tidak Kembali: 2.142 permohonan

Lima kewarganegaraan terbanyak berasal dari China, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, dan India, dengan konsentrasi WNA di wilayah Kebayoran Baru, Setiabudi, Tebet, Kebayoran Lama, dan Cilandak.

Pada Tahun 2025, Kantor Imigrasi Jakarta Selatan melaksanakan 129 kegiatan pengawasan keimigrasian, 166 tindakan administratif keimigrasian, 11 penindakan pro justitia, dan 166 deportasi terhadap warga negara asing. Dalam operasi gabungan pengawasan di sejumlah lokasi strategis, petugas mengamankan 35 WNA yang terbukti melakukan pelanggaran berupa aktivitas tidak sesuai izin tinggal, mengganggu ketertiban umum, overstay, serta pelanggaran administratif lainnya.

Seluruh hasil penegakan hukum disampaikan secara terbuka melalui media massa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.

Bugie Kurniawan, menyebut, transformasi digital yang dijalankan sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang diimplementasikan melalui Panca Carana Laksya Imigrasi, serta berlandaskan Perintah Harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., dan Core Value PRIMA.

“Transformasi digital kami maknai sebagai perubahan menyeluruh, tidak hanya pada sistem teknologi, tetapi juga pada pola kerja, budaya organisasi, serta cara menghadirkan layanan keimigrasian yang transparan, humanis, dan akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat digitalisasi layanan, inovasi berbasis data, serta sinergi dengan pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan media massa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, dan peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang keimigrasian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....