Pasar Crypto Kuartal III 2025 Terus Kuat

  • 03 Nov 2025 22:08 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Pergerakan pasar aset kripto pada kuartal III 2025 terus menguat dengan mencatatkan kinerja positif, meskipun diwarnai ketidakpastian ekonomi global. Salah satu faktor utama yang mengguncang pasar global adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap produk-produk asal Tiongkok.

Berdasarkan laporan Coingecko berjudul “2025 Q3 Crypto Industry Report”, pasar kripto global tetap menunjukkan tren penguatan dengan kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 16,4% atau senilai US$563 miliar, menembus level tertinggi sejak akhir 2021.

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad, menyoroti tren positif di kalangan pengguna aplikasi PINTU selama periode tersebut. “Dari sisi volume pengguna baru, kategori Decentralized Exchange (DEX) menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan peningkatan mencapai 490,06% dibanding kuartal sebelumnya. Token HYPE menjadi yang paling dominan dengan kontribusi hampir 70% dari total volume perdagangan DEX,” kata Iskandar, Senin (3/11/2025).

Selain itu, jumlah pengguna baru yang membeli token HYPE selama Juli–September 2025 meningkat 90,65%, menandakan antusiasme tinggi terhadap proyek berbasis DEX. Dari sisi pengguna eksisting, aktivitas perdagangan juga mengalami peningkatan. Kategori token dengan volume transaksi tertinggi berasal dari World Liberty Financial Portfolio (+33,73%), diikuti Stablecoin Ecosystem (+26,26%)dan Layer-1 (+21,74%) yang mencakup aset besar seperti ETH, BTC, dan SOL.


Sementara itu, kategori dengan pertumbuhan transaksi tercepat dibanding kuartal sebelumnya adalah Parallelized EVM (+106,38%), Internet of Things (IoT) (+102,30%), dan Centralized Exchange (CEX) (+43,73%).

Secara global, rata-rata volume perdagangan harian kripto melonjak 43,8% menjadi US$155 miliar dibandingkan kuartal II. Peningkatan ini didorong oleh arus masuk institusional dan meningkatnya likuiditas di pasar.

Di tingkat domestik, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto Indonesia mencapai Rp360,3 triliun sepanjang Januari–September 2025. Iskandar menegaskan komitmen PINTU dalam memperkuat ekosistem kripto nasional.

“Kami terus menghadirkan inovasi dan layanan terbaik agar masyarakat Indonesia dapat berinvestasi dengan aman, nyaman, dan terlindungi di bawah pengawasan OJK. Saat ini terdapat lebih dari 300 aset kripto yang diperdagangkan di platform PINTU, melayani investor dari pemula hingga profesional,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....