Bawang Merah Jadi Komoditas Utama Penyumbang Inflasi DKI

  • 01 Agt 2025 17:34 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa pada Juli 2025, DKI Jakarta mengalami inflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan. Angka ini lebih terkendali dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 0,30 persen.

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi bulan Juli 2025 berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan andil inflasi 0,06 persen. Ia mengatakan, komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok tersebut adalah bawang merah dan cabai rawit.

“Rata-rata harga bawang merah pada Juli 2025 ini tercatat sebesar 71.586,11 rupiah per kilogram. Jadi Mei, Juni, Juli ini trennya meningkat. Cabe rawit level harganya sudah masuk di 65.246,34 rupiah per kilogram. Ini juga trennya Mei, Juni, Juli ini naik,” ujar Nurul Hasanu

Lebih lanjut, Nurul mengatakan bahwa kelompok makanan, minuman dan tembakau telah menjadi penyumbang utama inflasi di DKI Jakarta selama dua bulan berturut-turut. Meski demikian, tingkat inflasi kelompok tersebut pada bulan Juli 2025 lebih rendah dibanding Juni 2025 yang bertepatan dengan momen Hari Raya Idul Adha.

Selain itu, Nurul Hasanudin juga menyebut ada dua kelompok komoditas yang mengalami deflasi, yaitu kelompok transportasi, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan. Dua kelompok itu memberikan andil deflasi masing-masing sebesar 0,18 persen dan 0,02 persen. Adapun komoditas utama pengumbang deflasi yaitu angkutan udara, bensin, tarif kereta api dan telepon seluler.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....