Dangdut Nyok, Ajak Pendengar Lebih Mengenal Olahraga Padel
- 30 Jul 2025 19:50 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Dalam edisi 30 Juli 2025 Pro4 FM, program siaran "Dangdut Nyok" mengajak Abang Mpok (pendengar Pro4 Jakarta) rekues lagu dan untuk berpartisipasi melalui WhatsApp dan telepon dengan tema "Olahraga padel tengah naik daun" di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Menggunakan raket khusus dan dimainkan berpasangan di lapangan tertutup, padel dianggap sebagai olahraga kekinian yang menyenangkan meskipun mahal. Namun, rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengalih fungsikan lapangan sepak bola di Jalan Pilar Baru, Kedoya Selatan, Jakarta Barat menjadi arena padel mendapat penolakan keras dari warga.
Warga Kedoya Selatan melalui pertemuan yang difasilitasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI menyampaikan keberatan mereka. Lurah Kedoya Selatan, Aryan Safari, menjelaskan bahwa keputusan pembatalan alih fungsi lapangan telah disepakati dalam rapat. Warga menilai lapangan bola lebih dibutuhkan oleh anak-anak dan remaja setempat, yang selama ini aktif bermain sepak bola di sana.
Fenomena ini mengundang respons dari berbagai pendengar RRI Pro 4 Jakarta. Mas Untung dari Jogja menyebut sepak bola sebagai olahraga favorit masyarakat, sementara pedel belum dikenal luas. Pak Supriono dari Solo mengenang masa mudanya bermain bola, kini beralih ke jalan kaki. Sedangkan Marsuki Jusuf dari Makassar menyarankan agar keputusan olahraga publik tetap melibatkan kajian dan aspirasi warga.
Lewat WhatsApp, pendengar lain seperti Mulyanianto dari Samarinda dan Yunus dari Bogor juga menyuarakan kecintaannya pada sepak bola. Sementara itu, Eci dari Pangandaran lebih memilih jogging, dilanjut jajan bubur ayam dan bakso. Kakung Jo dari Kalimantan Tengah justru menyebut olahraga favoritnya adalah petak umpet dan bola kasti olahraga murah meriah penuh kenangan masa kecil.
Fenomena padel menyoroti tren olahraga yang sering dikaitkan dengan gaya hidup dan status sosial. Dengan tarif sewa lapangan mencapai Rp350–450 ribu per jam dan pelatih pribadi hingga sejuta rupiah per sesi, banyak warga menilai pedel belum inklusif. Akhirnya, seperti kata pendengar Iskandar dari Cibinong: “Jogging saja deh, murah meriah, gak pakai motor juga bisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....