Konsumsi Rumah Tangga, Topang Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta
- 05 Mei 2025 23:55 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, perekonomian DKI Jakarta dengan pangsa 16,85% terhadap Nasional masih tetap tumbuh kuat yaitu sebesar 4,95% (yoy) pada triwulan I 2025, meskipun sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (5,01%; yoy).
Menurut Arlyana dari sisi permintaan, pertumbuhan terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Dari sisi Lapangan Usaha (LU) utama, pertumbuhan terutama didorong oleh LU informasi dan komunikasi (Infokom), LU perdagangan, serta LU jasa keuangan dan asuransi.
“Pertumbuhan ekonomi Jakarta tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional (4,87%; yoy). Dari sisi permintaan, konsumsi RT tumbuh sebesar 5,36% (yoy), lebihtinggi dibandingkan triwulan sebelumnya (5,14%; yoy),” kata Arlyana, di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Lebih lanjut Arlyana menjelaskan, bahwa meningkatnya pertumbuhan ditopang oleh berlangsungnya HBKN Ramadan-Idulfitri serta Nyepi. Selain itu, penyaluran THR sertapemberian berbagai insentif pemerintah antara lain berupa diskon tarif listrik, dan bantuan pangan turut mendorong pertumbuhan konsumsi RT.
Investasi juga turut menjadi penopang ekonomi Jakarta dengan pertumbuhan sebesar 2,89% (yoy) pada triwulan I 2025. Meskipun tetap menjadi penopang utama, kinerja investasi tersebut tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh mencapai7,54% (yoy).
“Perlambatan bersumber dari penurunan investasi baik yang bersumber dari dalam negeri (PMDN) maupun luar negeri (PMA). Selanjutnya, konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi pada triwulan I 2025 menjadi 9,22% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya (5,20%; yoy),” katanya.
Selain itu, pertumbuhan juga terutama didorong oleh meningkatnya belanja pegawai dan belanja bansos sejalan dengan berlangsungnya HBKN serta belanja subsidi sejalan dengan pemberian berbagai insentif kepada masyarakat.
Selanjutnya dari sisi eksternal, ekspor tumbuh tinggi menjadi sebesar 17,59% (yoy) dari triwulan sebelumnya (14,66%; yoy), didorong terutama oleh pertumbuhanekspor nonmigas sejalan dengan membaiknya ekspor produk otomotif, serta peningkatan ekspor untuk komoditas lainnya seperti alas kaki.Sejalan dengan pertumbuhan ekspor, impor juga tumbuh tinggi dari14,51% (yoy) menjadi 16,24% (yoy) sehingga Jakarta mencatatkan net impor pada triwulan I 2025.
Arlyana menjelaskan dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan terutama ditopang oleh LU infokom yang tumbuh 5,93% (yoy), lebih tinggi dari triwulansebelumnya (4,36% yoy), didorong oleh meningkatnya produksi film dan jumlah penonton bioskop pada periode libur HBKN. LU perdagangan juga menjadi penopang pertumbuhan meski tumbuhmelambat dari 7,26% (yoy) menjadi 4,35% (yoy) pada triwulan I 2025.
LU jasa keuangan dan asuransi juga tumbuh meningkat dari2,60% (yoy) menjadi 5,84% (yoy) pada triwulan I 2025 sejalandengan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang masih tetaptinggi. LU lainnya seperti LU industri pengolahan, LU akomodasi dan makan minum serta LU transportasi dan pergudangan juga masihtumbuh positif didukung oleh tingginya aktivitas dan permintaanmasyarakat pada momen Ramadhan dan HBKN Idulfitri.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor perkembangan berbagai indikator perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global. Selain itu, sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di berbagai sektorguna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....