Februari 2025, Jakarta Kembali Catatkan Deflasi

  • 04 Mar 2025 00:25 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Kepala Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, pada Februari 2025 Jakarta mencatatkan deflasi sebesar -0,29% (mtm), tidak sedalam bulan sebelumnya sebesar -1,50% (mtm). Deflasi pada Februari 2025 terutama bersumber dari kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dan kelompokMakanan, Minuman, dan Tembakau.

Sementara itu, beberapa kelompok seperti Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya serta kelompok Transportasi mencatatkan inflasi. Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan Jakarta pada Februari 2025 mencatatkan deflasi sebesar -0,59% (yoy), lebih dalam dibandingkan Nasional (-0,09%; yoy).

“Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat deflasi sebesar -1,39% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan lalu (-9,20%; mtm). Deflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh berlanjutnya kebijakan stimulus diskon 50% untuk tarif listrik rumah tangga di bawah 2.200 VA yang berlaku hingga Februari 2025,” kata Arlyana, di Jakarta, Senin (3/3/2025).

Lebih lanjut Arlyana menjelaskan, bahwa meskipun demikian terdapat komoditas pada kelompok ini yang mengalami inflasi, yakni tarifair minum PAM seiring dengan kenaikan tarif yang efektif berlaku sejak tagihan bulan Februari 2025 untuk periode pemakaian Januari 2025.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mendorong deflasi Jakarta pada Februari 2025. Kelompok inimencatat deflasi sebesar -0,65% (mtm), setelah pada bulansebelumnya mengalami inflasi sebesar 1,82% (mtm),” katanya.

Deflasi pada kelompok ini utamanya disebabkan oleh penurunan harga bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit yang didukung oleh ketersediaan pasokan yang melimpah dari beberapa wilayah sentra yang mengalami musim panen dalam waktu yang hampir bersamaan.

Penurunan harga tomat juga turut menyumbang deflasi seiring dengan peningkatan pasokan dari daerah sentra yang didukung oleh cuaca yang kondusif untuk produksi dan distribusi. Meskipun demikian, deflasi lebih lanjutpada kelompok ini tertahan oleh peningkatan harga wortel yang didorong oleh terbatasnya pasokan dari wilayah sentra akibat belum masuknya musim panen.

Deflasi Jakarta yang lebih dalam pada Februari 2025 tertahan oleh inflasi yang terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan Jasa Lainnya. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,83% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan lalu (0,70%; mtm).

Tekanan inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong oleh kembali meningkatnya harga emas perhiasan sejalan dengan tren peningkatan harga emas global yang dipicu oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset safe haven,akibat ancaman tarif AS dan meningkatnya ketidakpastian tentang kebijakan baru pemerintah AS terkait perdagangan dan kebijakan luar negeri.

Kelompok Transportasi juga mengalami inflasi sebesar 0,37% (mtm), setelah bulan sebelumnya mencatat deflasi sebesar -0,23% (mtm). Tekanan inflasi pada kelompok ini terutama bersumber dari peningkatan harga bensin seiring dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per 1 Februari 2025 dan peningkatan angkutan udara seiring dengan normalisasi harga pasca berakhirnya pemberlakuan diskon tarif angkutan udara saat periode Nataru 2024/2025 dan menguatnya permintaan jelang Ramadan-Idulfitri tahun 2025.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....