Perajin China Sulap Kuku Palsu Tempel Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi
- 28 Sep 2026 18:03 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Seni kuku asal China menarik perhatian dalam sebuah acara khusus yang digelar bersamaan dengan Milan Fashion Week. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kuku palsu tempel buatan tangan dari Donghai, Provinsi Jiangsu, China timur, yang dihiasi batu turmalin hijau dengan gradasi transparan.
Dalam peragaan tersebut, seorang model asal Italia memperlihatkan detail kuku berhias batu turmalin yang berkilau saat terkena cahaya. Produk yang ditampilkan bukan sekadar kuku palsu biasa, melainkan karya kerajinan yang menggabungkan sejumlah teknik tradisional dan seni dekorasi.
Kuku palsu dari Donghai dibuat dengan teknik seperti ukiran kristal, filigree, enamel, hingga lukisan tangan. Karena proses pembuatannya yang rumit dan detail, beberapa produk bahkan memiliki harga mencapai ribuan dolar AS.
Manajer Umum Jiangsu Jingyiyi Supply Chain Management Co., Ltd., Li Xiao, mengatakan salah satu produk yang paling menarik perhatian adalah kuku palsu bergambar Sun Wukong atau Raja Kera yang dibuat dengan lukisan tangan. Produk tersebut bahkan langsung mendapat pesanan awal dari seorang pemandu wisata lokal setelah melihatnya pada hari pertama acara.
Menurut Li, karakter Sun Wukong memiliki daya tarik bagi masyarakat internasional sehingga desain tersebut dapat diterima lintas budaya. Donghai juga mempunyai hubungan erat dengan Gunung Huaguo yang dalam legenda China dikenal sebagai tempat tinggal Raja Kera. Hal tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi para perajin untuk menciptakan desain yang membawa karakter budaya lokal.
“Berbeda dengan produk sekali pakai, kuku palsu tempel dengan pengerjaan rumit ini dapat dilepas secara hati-hati, disimpan, dan digunakan kembali. Hal ini menjadikannya alternatif bernilai tinggi dibandingkan manikur tradisional yang dilakukan di salon kuku,” katanya.
Salah satu perusahaan kuku palsu asal China menyebutkan bahwa produk yang dibuat dengan teknik lukis tangan dijual dengan harga mulai dari beberapa ratus yuan hingga beberapa ribu dolar AS. Bahkan, satu set kuku yang terinspirasi dari lukisan terkenal China “A Thousand Li of Rivers and Mountains” dipasarkan dengan harga sekitar 2.000 dolar AS. Beberapa konsumen juga mulai menjadikannya sebagai barang koleksi.
Ketertarikan terhadap produk tersebut juga datang dari Italia. Blogger fesyen asal Italia, Katerina Kutsak, mengaku tertarik dengan desain kuku palsu buatan China karena menurutnya produk tersebut menawarkan sesuatu yang berbeda dari yang biasa ditemukan di pasar Italia.
“Saya sangat tertarik dengan desain kuku palsu tempel China. Menurut saya, ini merupakan sesuatu yang baru di Italia karena desain seperti ini jarang ditemukan di pasar di sini,” kata Katerina sebagaimana yang dikutip dari Antara
Di balik produk-produk yang dipamerkan di Milan tersebut, terdapat perkembangan industri kuku palsu tempel di Donghai yang mulai tumbuh sekitar 2019. Perkembangan itu bermula ketika investor melihat peluang penggunaan batu-batu kristal berukuran kecil sebagai hiasan pada kuku palsu.
Industri tersebut kemudian berkembang dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya kristal Donghai. Wilayah itu telah mendapat pengakuan sebagai World Craft City for Crystal atau Kota Kerajinan Kristal Tingkat Dunia.
Saat ini, Donghai dikenal sebagai salah satu pusat produksi kuku palsu tempel terbesar di China. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, produk dari wilayah tersebut telah dipasarkan ke lebih dari 30 negara dan kawasan, menunjukkan semakin luasnya perkembangan industri kerajinan kuku asal China di pasar internasional.
Salsabila Saskia Ayungga (Mahasiswa Universitas Gunadarma)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....