PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Jakarta dari Jatiluhur masih Aman

  • 31 Agt 2026 18:17 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Perumda PAM Jaya memperkuat langkah mitigasi, untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat Jakarta tetap aman, di tengah musim kemarau
  • Salah satu perhatian utama diarahkan pada Waduk Jatiluhur, yang menjadi sumber air baku terbesar bagi kebutuhan air Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Air Minum Jaya (Perseroda) memperkuat langkah mitigasi, untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat Jakarta tetap aman, di tengah musim kemarau. Salah satu perhatian utama diarahkan pada Waduk Jatiluhur, yang menjadi sumber air baku terbesar bagi kebutuhan air Jakarta.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya turun langsung meninjau kondisi Waduk Jatiluhur, bersama jajaran Perum Jasa Tirta (PJT) II, selaku pengelola waduk. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan air baku tetap mencukupi, meski terjadi penurunan tinggi muka air (TMA).

"Suplai air baku yang dari Jatiluhur dalam kondisi aman, walaupun tetap waspada, karena penurunan MDPL di angka 96,3 saat ini. Dan kami harus meyakini sumber air baku kami di Jatiluhur ini, karena memang kita benar-benar mengandalkan 80 persen untuk Jakarta," ujar Arief saat meninjau Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Arief menyebut, ketergantungan Jakarta terhadap sumber air baku Jatiluhur, mencapai sekitar 82 persen. Karena itu, kondisi waduk menjadi salah satu titik yang sangat diperhatikan PAM Jaya, dalam menjaga keberlangsungan pasokan air bersih bagi warga.

Menurut dia, PAM Jaya tidak hanya memantau kondisi pasokan air di Jakarta. Tetapi juga memastikan sumber air baku yang menjadi andalan, tetap dalam kondisi aman.

Arief mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan PJT II, terdapat sejumlah langkah mitigasi yang dilakukan, untuk menjaga volume air Waduk Jatiluhur, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan Jakarta. "Mitigasi pun dilakukan oleh PJT II, untuk menjaga volume air yang saat ini di Jatiluhur dalam kondisi yang masih aman, untuk disuplai ke Jakarta," katanya.

Di sisi lain, kebutuhan irigasi tetap menjadi perhatian utama, dalam pengelolaan air Waduk Jatiluhur. Sebab, air waduk juga harus memenuhi kebutuhan irigasi, untuk menjaga sektor pertanian di wilayah yang menjadi lumbung pangan.

Direktur Pengembangan Usaha PJT II, Dikdik Permadi Yoffana, memastikan kondisi ketersediaan air Waduk Jatiluhur, masih dapat memenuhi berbagai kebutuhan hingga akhir tahun. Dikdik menyebut, berdasarkan kondisi saat ini dan perhitungan yang dilakukan pihaknya, kebutuhan air untuk irigasi, PDAM, industri, serta kebutuhan lainnya masih dapat dipenuhi.

"Secara prinsip pada saat ini tadi disampaikan, bahwa tinggi muka air adalah pada posisi 96,33 MDPL. Dan secara perkiraan sampai dengan akhir tahun kita bisa memenuhi kebutuhan, untuk kebutuhan irigasi, kemudian untuk PDAM, dan industri dan lainnya," kata Dikdik.

Meski demikian, PJT II tetap melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala. Menurut Dikdik, pembaruan kondisi waduk dilakukan setiap dua minggu, sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi perubahan kondisi air.

"Mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun ini dalam kondisi aman. Dan tentunya secara rutin dua mingguan kami akan melakukan update, terkait perkembangan-perkembangan terbaru, untuk memitigasi tadi apa yang dikhawatirkan oleh Pak Dirut," katanya.

Sementara itu, General Manager Wilayah IV, PJT II, Anom Soal Herudjito, memaparkan kondisi waduk secara lebih rinci. Ia mengatakan TMA Waduk Jatiluhur saat ini berada di sekitar 96,33 MDPL.

Posisi itu sekitar 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah. Namun, kondisi itu belum menyentuh batas bawah operasi waduk, yang berada di level 87,5 MDPL. "Jadi dari posisi sekarang, masih ada cadangan kita 11 meter ke bawah," ucap Anom.

Menurut Anom, kondisi awal tahun 2026 turut menjadi faktor, yang membuat ketersediaan air Jatiluhur masih relatif aman menghadapi musim kering. Pada 1 Januari 2026, posisi TMA waduk berada pada level yang tinggi, sehingga terdapat cadangan air, yang dapat dimanfaatkan selama periode kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....