Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga

  • 29 Agt 2026 22:33 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi, layanan rest area, dan layanan informasi jalan tol
  • Penguatan tiga pilar itu, merupakan bagian dari transformasi perusahaan, dalam mengembangkan layanan jalan tol

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi, layanan rest area, dan layanan informasi jalan tol. Hal itu sebagai bagian dari transformasi pelayanan, untuk meningkatkan customer experience.

Penguatan itu menjadi salah satu fokus, dalam kunjungan Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM), Wamildan Tsani Panjaitan, beserta jajaran, ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu, 26 Agustus 2026. Turut hadir dalam kegiatan itu, jajaran Direksi Jasa Marga, Corporate Secretary & Chief Administration Officer, serta para Group Head, dan Direksi Anak Perusahaan Jasa Marga Group.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan penguatan tiga pilar itu, merupakan bagian dari transformasi perusahaan, dalam mengembangkan layanan jalan tol. Yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan pengguna jalan.

“Langkah ini selaras dengan arahan Danantara Indonesia, dalam mendorong transformasi pelayanan BUMN, untuk meningkatkan kualitas layanan. Dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Rivan.

“Kami ingin mendorong transformasi peradaban, melalui pergeseran dari infrastructure menjadi infraculture. Dengan mengubah paradigma, yang semula berfokus pada pengembangan jalan tol sebagai aset infrastruktur, menuju budaya pelayanan terbaik, dalam menghadirkan pengalaman perjalanan penuh arti, melalui semangat melayani sepenuh hati,” tambahnya.

Ketiga pilar itu memiliki fungsi yang saling melengkapi, dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Yaitu preservasi untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), rest area sebagai titik destinasi yang mendukung kenyamanan pengguna selama perjalanan (support the journey), serta layanan informasi yang memastikan informasi perjalanan tersedia secara tepat, dan mudah diakses (inform the journey).

Pada pilar layanan preservasi, Jasa Marga mengembangkan sistem TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System). Dan sarana pendukung seperti Hawkeye, yang memungkinkan kondisi infrastruktur jalan teridentifikasi lebih dini, sehingga proses pelaporan, penentuan kebutuhan pemeliharaan, hingga respons perbaikan dapat dilakukan secara lebih terukur, responsif, dan terstandar.

Penguatan keselamatan juga dilakukan melalui penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Saat ini, volume truk adalah sebesar 13% dari total lalu lintas di jalan tol Jasa Marga Group, namun terlibat dalam sekitar 70% kejadian khusus.

“Karena itu, Jasa Marga terus berkolaborasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri. Integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe), dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader menjadi penting, untuk mendukung pengawasan kendaraan angkutan barang. Integrasi itu merupakan bagian dari upaya Jasa Marga mendukung penanganan Zero ODOL 2027, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” kata Rivan.

Pada pilar layanan rest area, Jasa Marga mengembangkan sejumlah showcase rest area melalui penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU, serta penerapan waste management, dan urban forest area. Langkah itu diarahkan untuk mentransformasi rest area, dari sekadar transit area menjadi destination area yang modern, humanis, dan nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Pada pilar layanan informasi jalan tol, Jasa Marga mengoptimalkan JMTC, sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real time, untuk mendukung pengambilan keputusan operasional, dan penyampaian informasi kepada pengguna. Ekosistem itu diperkuat melalui Travoy dan Radio Travoy FM, agar informasi perjalanan tersedia secara tepat, dan mudah diakses pengguna.

Sementara itu, Senior Director Transportation Sector DAM, Wamildan Tsani Panjaitan, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendorong transformasi BUMN transportasi, khususnya dalam menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Danantara Indonesia menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas layanan, karena BUMN merupakan wajah negara, yang hadir dan berinteraksi secara langsung dengan publik.

"Karena itu, keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan traffic, pendapatan tol, maupun penyelesaian proyek strategis jalan tol, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan pengguna. Antara lain kondisi jalan yang terjaga, perjalanan yang semakin lancar, keselamatan pengguna yang semakin terjamin, serta kemampuan mengantisipasi dan menangani gangguan secara cepat," kata Wamildan.

Ia juga mengapresiasi kelengkapan fitur Travoy. Namun, mengingat belum seluruh pengguna jalan memanfaatkan aplikasi itu, ia mendorong Jasa Marga untuk terus memperluas kanal penyampaian informasi, guna memastikan akses informasi perjalanan yang semakin inklusif.

Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, yang mengoperasikan 32 ruas dengan total konsesi 1.294 kilometer, Jasa Marga terus berupaya menghadirkan perjalanan yang lancar, mudah, aman, nyaman, dan berkeselamatan, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jalan. Hal itu sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta meningkatkan keselamatan konektivitas nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....