PLN EPI Resmikan Rumah Pembibitan Mangrove Berbasis Electrifying Agriculture

  • 29 Jul 2026 21:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan Rumah Pembibitan Mangrove berbasis Electrifying Agriculture di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan teknologi digital untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok pembibit mangrove.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan digitalisasi rumah bibit menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan melalui pemanfaatan teknologi yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Momentum Hari Mangrove Sedunia menjadi pengingat bahwa pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Melalui Electrifying Agriculture, PLN EPI menghadirkan inovasi yang mengintegrasikan pemanfaatan listrik dan digitalisasi agar proses pembibitan menjadi lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Mamit, dikutip Rabu (29/7/2026).

Dalam program tersebut, PLN EPI membangun sistem sirkulasi air berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang meniru pola pasang surut alami. Sistem tersebut didukung instalasi kelistrikan, pompa air, jaringan perpipaan, serta pelatihan bagi kelompok pengelola rumah bibit.

Melalui teknologi tersebut, proses pengaliran air dapat berlangsung secara otomatis sesuai jadwal dan dipantau secara digital. Mekanisme ini membuat penggunaan air lebih efisien, mengurangi pekerjaan manual, serta membantu meningkatkan kualitas perawatan bibit mangrove.

Desa Bunton sendiri memiliki kawasan mangrove seluas sekitar 2,33 hektare dengan lebih dari 35 ribu pohon mangrove yang telah ditanam. Kawasan tersebut berfungsi mengurangi abrasi, melindungi garis pantai, menjaga keanekaragaman hayati, serta berkontribusi dalam penyerapan karbon untuk mendukung mitigasi perubahan iklim.

Camat Adipala Firadus Azy Mutia mengapresiasi kolaborasi PLN EPI bersama masyarakat dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir. Menurutnya, keberadaan rumah pembibitan mangrove yang didukung teknologi juga berpotensi meningkatkan produktivitas masyarakat melalui penyediaan bibit berkualitas.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Cilacap Aditya Setyawan menyebut ketersediaan infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penting dalam mendukung pemanfaatan teknologi di rumah pembibitan mangrove.

“Kami berharap kehadiran listrik tidak hanya meningkatkan produktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya berbagai inovasi yang mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” katanya.

Senada, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Achmad Nuralaeli menilai sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir. Menurutnya, penerapan teknologi dalam pengelolaan rumah bibit akan membantu meningkatkan kualitas bibit sekaligus mempercepat upaya rehabilitasi ekosistem mangrove.

Ketua Kelompok Rumah Bibit Mangrove Desa Bunton, Kasiman, mengatakan sistem sirkulasi air berbasis listrik dan IoT membuat proses pembibitan menjadi lebih mudah dan efisien.

“Dengan adanya sistem sirkulasi air berbasis listrik dan IoT, pekerjaan kami menjadi lebih ringan, lebih teratur, dan lebih efisien. Kami juga lebih mudah memantau kondisi rumah bibit sehingga kualitas bibit yang dihasilkan semakin baik,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....