COO Danantara Apresiasi Transformasi Layanan Tol dan Rest Area Jasa Marga

  • 23 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mendampingi Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, meninjau Travoy Rest KM 88A, dan Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Jawa Barat, Selasa, 21 Juli 2026. Tinjauan kemudian dilanjutkan ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, untuk melihat secara langsung implementasi transformasi digital, yang dikembangkan oleh Jasa Marga.

Turut mendampingi dalam kegiatan itu, jajaran Direksi Jasa Marga, yaitu Wakil Direktur Utama Andry Tanudjaja, Direktur Pengembangan Usaha Ari Respati, Direktur Bisnis Reza Febriano, Direktur Operasi Fitri Wiyanti, Direktur Layanan Yaya Ruhiya. Serta Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto, dan jajaran Group Head dan Direksi Anak Perusahaan Jasa Marga Group.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, menjelaskan sejumlah langkah transformasi yang telah dilakukan perusahaan, mulai dari rejuvenasi rest area hingga penguatan fungsi JMTC, sebagai pusat kendali operasional berbasis teknologi. Pengembangan Travoy Rest menjadi bagian dari strategi Jasa Marga, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan, melalui konsep destination hub area.

Sehingga rest area tidak lagi sekedar menjadi tempat beristirahat. Melainkan destinasi yang menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan, dan menyenangkan.

Sejumlah transformasi layanan Travoy Rest KM 88A, dan B Jalan Tol Cipularang terlihat dari rejuvenasi dan penambahan jumlah toilet, penyediaan fasilitas yang semakin lengkap dan berkualitas, ruang terbuka yang ramah lingkungan, penambahan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga penguatan peran UMKM lokal. Upaya peningkatan pelayanan itu, diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Transformasi pada Travoy Rest KM 88A Jalan Tol Cipularang, dimulai dengan membenahi fasilitas esensial rest area sebagai prioritas utama. Travoy Rest ini kami siapkan menjadi showcase untuk pengembangan rest area ke depannya, yang fokus pada peningkatan pelayanan pengguna jalan, melalui perluasan kawasan, rejuvenasi toilet agar lebih nyaman, sekaligus relokasi toilet untuk mempermudah akses, penambahan ruang terbuka hijau, serta optimalisasi alur kendaraan dan kapasitas parkir. Harapannya, Travoy Rest KM 88A dapat menjadi rest area percontohan, yang mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna jalan secara lebih optimal," ujar Rivan.

Pada Travoy Rest KM 88B Jalan Tol Cipularang, transformasi berfokus pada peningkatkan peran dan kualitas UMKM lokal. Berbagai produk khas Nusantara dihadirkan, untuk memberikan pengalaman kuliner yang lebih beragam kepada pengguna jalan.

Selain itu, Jasa Marga menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu, yang mencakup pemilahan sejak sumber, pengumpulan, pemrosesan, hingga pemanfaatan kembali hasil olahan sampah menjadi pupuk organik. Seluruh proses itu dikembangkan melalui konsep showcase waste management di rest area, sebagai percontohan pengelolaan lingkungan, yang mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Dalam transformasi layanan digital, Jasa Marga terus mengoptimalkan JMTC sebagai The Eye of Toll Road. Pusat kendali operasional terintegrasi itu, memantau seluruh jaringan jalan tol Jasa Marga selama 24 jam secara real-time. Hal itu untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan responsif, terhadap dinamika lalu lintas.

Didukung lebih dari 3.500 CCTV, Traffic Counting System, Variable Message Sign (VMS), Speed Camera, Weigh in Motion (WIM), radar lalu lintas, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta analisis big data, JMTC mampu memantau pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari. Sekaligus mempercepat koordinasi penanganan kondisi darurat, rekayasa lalu lintas, dan penyampaian informasi secara akurat kepada pengguna jalan.

Kepala BP BUMN, sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria Dony, menyampaikan pesan utama Presiden Republik Indonesia, adalah untuk memastikan pelayanan BUMN kepada masyarakat terus meningkat. Pemanfaatan teknologi perlu terus dioptimalkan, untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, melalui pemantauan seluruh ruas jalan tol secara menyeluruh, dan percepatan respons terhadap setiap kejadian.

“Teknologi juga harus mampu menyediakan informasi perjalanan yang akurat, agar masyarakat dapat mengetahui kondisi lalu lintas, dan memperkirakan waktu tempuh perjalanan. Dalam perjalanan tersebut, peningkatan kualitas rest area penting, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari layanan jalan tol, karena pengguna jalan berhak memperoleh layanan yang baik, dan fasilitas istirahat yang aman dan nyaman,” kata Dony.

Menurut Dony, transofrmasi Jasa Marga sejalan dengan arah Danantara Indonesia, dalam mendorong value creation yang berlandaskan service excellence. Dony mengapresiasi peningkatan pelayanan Jasa Marga, yang tidak hanya berorientasi pada aspek operasional jalan tol, tetapi juga memberikan kemudahan, kenyamanan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Direksi, dan juga karyawan Jasa Marga. Selama satu tahun kita melihat transformasi yang luar biasa dari Jasa Marga, berjalan dengan cukup baik," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....