USNI Perkuat Kemampuan Gastrodiplomasi UMKM Melalui Pelatihan Bisnis Digital
- 21 Jul 2026 18:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Tim dosen Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) menggelar pelatihan bisnis dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM kue tradisional di RT 4/RW 6, Ciledug, Tangerang, Senin 20 Juli 2026. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital sekaligus memperkuat peran mereka dalam mempromosikan kuliner Indonesia.
Pelatihan ini digelar karena masih banyak pelaku UMKM yang belum mengoptimalkan digitalisasi dalam pengelolaan usaha dan pemasaran sehingga jangkauan pasarnya terbatas. Tim dosen USNI membekali peserta dengan materi pemanfaatan Meta Ads, mulai dari dasar periklanan digital, pembangunan toko digital, penentuan target pasar, penyusunan anggaran iklan, hingga pembuatan konten pemasaran yang efektif.
"Pelatihan Meta Ads penting untuk membantu UMKM menjangkau lebih banyak calon konsumen yang sesuai dengan target pasar," ujar dosen Program Studi Manajemen USNI, Yuli Setiawan dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026.
Menurutnya, meningkatnya penggunaan internet dan media sosial menuntut UMKM mengoptimalkan pemasaran digital. Melalui Meta Ads, pelaku usaha dapat menargetkan konsumen berdasarkan lokasi, minat, dan perilaku sehingga promosi menjadi lebih efektif dan berpotensi meningkatkan penjualan.
Kegiatan ini dipimpin dosen Program Studi Ilmu Hubungan Internasional USNI, Alessandro Kurniawan Ulung, M.A., bersama Risqi Inayah Dwijayanti, M.I.Kom. (Ilmu Komunikasi) dan Yuli Setiawan, M.A. (Manajemen).
Pelatihan bisnis dan pemasaran digital tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema gastrodiplomasi yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Nasional.
Yuli, mengatakan, penguasaan pemasaran digital tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM kuliner. Pemanfaatan teknologi membuka peluang produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Sementara itu, Risqi Inayah Dwijayanti, menjelaskan, pelatihan ini juga memperkuat kemampuan komunikasi digital pelaku UMKM.
"Kami membekali peserta dengan strategi komunikasi digital, pemasaran media sosial, dan bisnis digital yang efektif, sekaligus mendorong penerapan gastrodiplomasi agar produk kuliner tidak hanya berdaya saing, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya Indonesia," ujarnya.
Menurut, Alessandro Kurniawan Ulung, penguatan kapasitas bisnis and komunikasi digital merupakan fondasi penting dalam Hb mendukung keberhasilan gastrodiplomasi. Pelaku UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk kuliner yang berkualitas, tetapi juga harus mampu membangun usaha yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Untuk memperkenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat internasional, UMKM harus memiliki bisnis yang sehat, berdaya saing, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Digitalisasi menjadi salah satu kunci agar kuliner lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi instrumen gastrodiplomasi Indonesia di tingkat global," jelasnya.
Ia, menambahkan bahwa setiap produk kuliner tradisional tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung identitas budaya, sejarah, dan kearifan lokal yang dapat menjadi sarana diplomasi budaya Indonesia. Oleh karena itu, kemampuan memasarkan produk secara digital perlu diimbangi dengan kemampuan menyampaikan cerita (storytelling) mengenai nilai budaya yang terkandung di balik produk tersebut.
Kegiatan ini juga menjadi wujud kolaborasi lintas disiplin di lingkungan USNI yang melibatkan tiga program studi, yaitu Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, dan Manajemen. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan pendampingan yang komprehensif kepada pelaku UMKM, mulai dari penguatan strategi bisnis, komunikasi pemasaran, hingga pengembangan gastrodiplomasi berbasis kuliner.
Salah seorang peserta, Ida Widanengsih, pemilik UMKM Idalicious, mengapresiasi pelaksanaan program PKM USNI. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan pemahamannya mengenai pemasaran digital, tetapi juga memberikan motivasi untuk mulai menerapkannya dalam pengembangan usahanya.
"Pelatihan bisnis digital ini tidak hanya membuat saya lebih memahami pentingnya Meta Ads, tetapi juga memberikan wawasan mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan iklan digital dapat berjalan secara efektif dan aman. Saya juga semakin memahami bahwa produk kuliner yang kami hasilkan memiliki potensi untuk menjadi media promosi budaya Indonesia," ujarnya. (irvan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....