Fincantieri-Republikorp Teken MoU Pengembangan Kapal untuk Pertahanan Nasional
- 19 Jun 2026 16:53 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan galangan kapal asal Italia, Fincantieri, dan perusahaan industri pertahanan swasta Indonesia, Republikorp, menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal pembentukan kemitraan strategis di bidang pengembangan kapal angkatan laut. Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam ajang Eurosatory 2026 di Paris pada 16 Juni 2026 lalu, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima RRI Jakarta, Jumat 19 Juni 2026.
MoU ditandatangani oleh General Manager Fincantieri Naval Vessels Division Eugenio Santagata dan Chairman sekaligus Founder Republikorp Group Norman Joesoef yang mewakili PT Republik Palindo Internasional (RPAL). Kedua perusahaan menyatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat industri perkapalan nasional dan membuka peluang kerja sama industri antara Indonesia dan Italia.
Dalam siaran pers disebutkan, kemitraan tersebut direncanakan melalui pembentukan perusahaan patungan (joint venture) yang akan fokus pada pembangunan berbagai jenis kapal angkatan laut di Indonesia. Platform yang menjadi ruang lingkup kerja sama meliputi Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat, korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai (OPV), kapal serang cepat, hingga kapal selam.
Selain pembangunan kapal, kedua perusahaan juga menjajaki kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia dan transfer teknologi. Program tersebut disebut mencakup pelatihan, pertukaran pengetahuan, rekayasa, desain, integrasi sistem, dan proses produksi.
Chief Executive Officer (CEO) dan Managing Director Fincantieri Pierroberto Folgiero mengatakan MoU tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang sebelumnya telah terjalin dengan Angkatan Laut Indonesia.
"Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin dengan Angkatan Laut Indonesia, MoU ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kemitraan strategis jangka panjang antara Fincantieri dan Indonesia," kata Folgiero dalam siaran pers.
Sementara itu, Chairman Republikorp Group Norman Joesoef menyebut penjajakan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan industri pertahanan nasional melalui kolaborasi dengan mitra internasional.
"Penjajakan kemitraan ini mencerminkan komitmen kami untuk mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang," ujar Norman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....