PT WGS, Komitmen Fokus Dalam Pembangunan Bisnis Investasi Berbasis Teknologi
- 04 Jun 2026 14:50 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Wira Global Solusi Tbk (WGS) menegaskan kembali arah strategis Perseroan sebagai perusahaan holding investasi berbasis teknologi yang berfokus pada pembangunan, investasi, dan akselerasi berbagai bisnis potensial di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas posisi WGSH di mata investor, mitra bisnis, dan publik sebagai perusahaan dengan portofolio investasi yang terdiversifikasi.
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia, WGSH dikenal sebagai emiten yang memiliki fondasi kuat di sektor teknologi informasi. Namun dalam perkembangannya, Perseroan memperluas cakupan bisnis dengan menjadikan teknologi sebagai penggerak utama dalam menciptakan nilai tambah di berbagai sektor usaha.
Komisaris Utama PT Wira Global Solusi Tbk, Ikin Wirawan, menegaskan bahwa teknologi menjadi inti kompetensi yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan berbagai lini bisnis dalam ekosistem perusahaan. Menurutnya, WGSH kini bertransformasi menjadi perusahaan holding investasi yang menggabungkan kapabilitas teknologi, jaringan investor, serta strategi operasional yang terintegrasi.
“WGSH bukan hanya perusahaan IT. Kami adalah perusahaan holding investasi yang menggunakan teknologi sebagai penggerak utama untuk membangun nilai di berbagai lini bisnis. Dengan posisi ini, kami ingin memperjelas bahwa peran WGSH adalah membangun ekosistem usaha yang lebih luas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan,” ujar Ikin Wirawan, dalam keterangan resminya dikutip Kamis 04 Juni 2026.
Melalui WGS Ventures, Perseroan menjalankan strategi sebagai tech-driven diversified holding dengan menjangkau sektor digital maupun industri konvensional yang dipadukan dengan teknologi. Diversifikasi tersebut mencakup bidang agrobisnis, manufaktur, properti, hingga ekonomi sirkular yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Salah satu proyek unggulan yang tengah dikembangkan adalah Landlogic, proyek properti yang dijalankan setelah WGSH mengakuisisi PT Lereng Lembah Madu pada 2025. Lahan yang dimiliki telah dipecah menjadi 178 kavling perumahan siap jual dan menjadi aset strategis untuk menjawab kebutuhan hunian yang terus meningkat.
Selain properti, WGSH juga memperkuat portofolionya melalui investasi pada Tumbara yang bergerak di sektor distribusi pangan berbasis seafood. Perseroan memiliki kepemilikan saham sebesar 10 persen dan terlibat dalam pasokan udang vannamei ke salah satu jaringan supermarket nasional.
Di sektor ekonomi hijau, WGSH mengembangkan Blue Phoenix melalui PT Qorser Teknologi yang berfokus pada perdagangan limbah botol plastik PET yang telah diolah menjadi flakes untuk kebutuhan industri daur ulang. Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung praktik bisnis berkelanjutan sekaligus membuka sumber pendapatan baru yang potensial.
Untuk mempercepat ekspansi bisnis, WGSH akan melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan 208,5 juta saham baru atau setara dilusi 10 persen.
“Dengan pelaksanaan Private Placement alias PMTHMETD, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Pertama, tambahan saham baru diharapkan menciptakan pasar saham yang lebih likuid. Kedua, fundamental perusahaan akan meningkat signifikan karena di 2026 ini kita sudah memiliki kendaraan yang dapat menciptakan uang dengan efisien apabila disuntik modal tambahan,” kata Ikin Wirawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....