Strategi Jitu Gaet Pembeli: Intip SPG "Cowboy" di Lapak Sapi Kurban Sungai Bambu

  • 23 Mei 2026 14:11 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA – Penggunaan tenaga pemasar unik bergaya cowboy di lapak hewan kurban milik Pak Ahmad Kastono di kawasan Sungai Bambu, Jakarta Utara, bukan sekadar gaya-gayaan. Strategi ini merupakan langkah bisnis yang terukur untuk meningkatkan penjualan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar.

Dalam sebuah wawancara terbaru, Pak Ahmad Kastono membeberkan skema pengupahan bagi para Sales Promotion Girl (SPG) "Cowboy" yang didominasi oleh ibu-ibu warga lokal tersebut.

Gaji Pokok Rp200 Ribu per Hari

Pak Ahmad menjelaskan bahwa para SPG ini mendapatkan upah tetap sebagai gaji pokok. "Gaji pokoknya itu Rp200.000 per hari," ungkapnya. Nilai ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan tenaga mereka dalam menyambut serta memberikan informasi kepada calon pembeli yang datang ke lapak.

Bonus Penjualan yang Menggiurkan

Tak hanya gaji pokok, para SPG Cowboy ini juga berkesempatan mendapatkan penghasilan tambahan melalui sistem bonus. Bonus ini diberikan setiap kali terjadi transaksi atau deal antara pembeli dan penjual melalui perantara mereka.

"Kalau mereka ada deal atau sold out, kita kasih bonus. Tapi nilainya tidak mengikat," jelas Pak Ahmad kepada RRI Jakarta, Sabtu 23 Mei 2026.

Besaran bonus tersebut sangat bergantung pada jenis hewan yang terjual, mulai dari kambing hingga sapi berukuran besar (ekonomis hingga premium). Semakin besar nilai transaksi, tentu semakin besar pula bonus yang bisa dibawa pulang oleh para SPG tersebut.

Evaluasi untuk Keberlanjutan Usaha

Melihat antusiasme warga dan efektivitas promosi sejauh ini, Pak Ahmad berencana untuk mengevaluasi strategi ini setelah perayaan Idul Adha berakhir. Jika hasilnya memuaskan dan ada peningkatan omzet yang signifikan, ia berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan strategi serupa di tahun-tahun mendatang.

"Mudah-mudahan nanti kita evaluasi. Kalau ada peningkatan, nanti akan kita pertahankan dan kembangkan lagi," tambahnya.

Langkah Pak Ahmad ini menunjukkan bagaimana tradisi tahunan seperti kurban bisa dikelola dengan sentuhan manajemen pemasaran modern yang kreatif, tanpa melupakan pemberdayaan masyarakat sekitar melalui skema kerja yang saling menguntungkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....