Volkswagen Pertimbangkan Bawa EV Khusus China ke Pasar Eropa

  • 12 Mei 2026 17:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Volkswagen Group dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah baru dengan membawa kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang sebelumnya dikembangkan khusus untuk pasar China ke kawasan Eropa. Strategi ini dilakukan untuk memperkuat daya saing perusahaan di tengah meningkatnya tekanan industri otomotif global.

Dikutip dari media otomotif China, CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, menyatakan bahwa perusahaan membuka peluang memproduksi model EV generasi terbaru di Eropa, apabila dinilai sesuai dengan kebutuhan konsumen setempat. Namun, fokus utama perusahaan saat ini masih tertuju pada pengembangan platform kendaraan baru sebelum melakukan ekspansi pasar lebih luas.

Oliver Blume menegaskan bahwa Volkswagen Group saat ini masih berfokus pada pengembangan platform kendaraan listrik terbaru, sebelum memutuskan ekspansi ke pasar lain. Menurutnya, perusahaan ingin memastikan teknologi dan produk yang dikembangkan benar-benar siap agar mampu bersaing di pasar global yang semakin kompetitif.

“Pada tahun ini, kami tengah meningkatkan pengembangan platform CMP yang direncanakan meluncur di China pada 2027. Pekerjaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu, kemudian kami dapat mempertimbangkan opsi di Eropa dan mengevaluasi produk mana yang tepat,” ujar Blume.

CMP atau Compact Main Platform merupakan platform kendaraan listrik terbaru hasil kerja sama Volkswagen dengan XPeng. Platform ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi lini EV generasi baru Volkswagen di pasar China. Sejumlah model yang telah diperkenalkan antara lain ID. Unyx 09, ID. Aura T6, Jetta X, hingga AUDI E7X yang dirancang khusus mengikuti tren dan kebutuhan konsumen Asia.

Di tengah transformasi industri otomotif global, Volkswagen juga disebut membuka kemungkinan kerja sama produksi dengan produsen otomotif asal Tiongkok di fasilitas pabrik Eropa. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi kapasitas produksi yang tidak terpakai sekaligus menekan biaya operasional perusahaan.

Di sisi lain, Volkswagen saat ini menghadapi tantangan besar akibat lemahnya permintaan pasar di China dan Amerika Serikat, serta meningkatnya persaingan dari produsen mobil China di Eropa. Perusahaan juga melaporkan penurunan laba operasi kuartal pertama sebesar 14 persen menjadi 2,5 miliar euro pada akhir April lalu.

Meski demikian, Volkswagen tetap optimistis bahwa pengembangan teknologi EV dan perluasan pasar internasional dapat menjadi langkah penting untuk mempertahankan posisinya di industri otomotif global yang kini bergerak menuju era kendaraan listrik.

“Melalui semangat Depok Electric Pride, masyarakat diajak beralih ke kendaraan listrik yang lebih nyaman, hemat, dan ramah lingkungan, didukung fasilitas SPKLU PLN yang kini telah tersebar di berbagai titik strategis di Kota Depok untuk memudahkan pengisian daya kendaraan listrik,” demikian dikutip dari akun Instagram @pln_depok.

(Kayla Maiza - Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta berkontribusi menyusun artikel ini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....