PLN Siapkan Smart Grid dan BESS untuk Jaga Stabilitas Jaringan
- 05 Mei 2026 21:12 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan (UIP2B) Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) menggelar program “PLN Mengajar” di Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTE FTUI).
Kegiatan bertema “Dampak Beroperasinya Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan pada Keandalan Sistem Jawa, Madura, dan Bali” ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mempercepat pemahaman publik terhadap transisi energi nasional menuju net zero emission 2060.
Hadir sebagai dosen tamu, Senior Manager Operasi Sistem Elvanto Yanuar Ikhsan, bersama Manager Analisis dan Evaluasi Operasi Sistem Suci Rositawati, serta Assistant Manager Pengelolaan Data Aplikasi dan Data Operasi Real Time Bilkis Mukhlisoti. Para mahasiswa mendapatkan wawasan teknis langsung mengenai tantangan dan strategi integrasi EBT dalam sistem tenaga listrik skala besar.
EBT sebagai Tulang Punggung Transisi Energi
Road Map Green Energy nasional menempatkan pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan termasuk surya dan angin sebagai prioritas strategis. Namun karakteristik intermiten EBT menghadirkan kompleksitas baru bagi manajemen sistem kelistrikan.
Dinamika frekuensi yang berubah-ubah serta potensi penurunan inersia sistem menjadi perhatian utama operator jaringan.
“Kompleksitas beban di sistem Jamali kian meningkat seiring masuknya variabel Energi Baru dan Terbarukan. Sistem harus siap menghadapi variabilitas dan stabilitas kelistrikan,” ujar Elvanto Yanuar Ikhsan, selaku Senior Manager Operasi Sistem PLN UIP2B Jamali, melalui keterangan tertulis, Selasa, 5 Mei 2026.

Strategi PLN Jaga Keandalan di Era EBT
Untuk memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan kualitas pasokan, PLN menyiapkan tiga pilar teknologi utama: implementasi Smart Grid, digitalisasi sistem proteksi, serta pengembangan Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi-teknologi ini memungkinkan penyerapan daya EBT yang lebih fleksibel sekaligus menjaga stabilitas tegangan secara real-time.
Sistem Jamali saat ini mencatat bauran energi dengan pembangkit batubara (60,2%), gas (30,5%), EBT (8,4%), dan lainnya (0,9%) sebuah potret awal yang terus didorong untuk bergeser ke porsi EBT yang lebih besar. Dibandingkan Thailand yang mencapai EBT 22,3% dan Malaysia sebesar 7%, Indonesia memiliki ruang akselerasi yang signifikan sekaligus tantangan teknis yang tidak kecil.
Investasi pada SDM untuk Masa Depan Energi Hijau
Program PLN Mengajar merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam membangun ekosistem SDM yang siap mengawal transisi energi. Mahasiswa Teknik Elektro UI diharapkan menjadi generasi insinyur yang tidak hanya memahami aspek teknis EBT, tetapi juga mampu berkontribusi dalam riset dan inovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Melalui kolaborasi antara industri dan akademisi, PLN UIP2B Jamali menegaskan bahwa percepatan Road Map Green Energy bukan semata soal infrastruktur melainkan juga soal membangun kapasitas manusia yang mampu mengelola sistem energi masa depan secara andal dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....